Premium Cigar

 Apakah anda saat ini mencari informasi tentang cerutu, cigar, yang cocok dengan kebutuhan anda. Jember adalah lokasi terbaik untuk menanam tembakau. Selain itu, di Jember juga banyak cerutu.

Cerutu atau serutu (dari bahasa Tamil சுருட்டு, suruṭṭu, yang berarti “gulungan”) adalah gulungan utuh daun tembakau yang dikeringkan dan difermentasikan, yang – mirip dengan rokok – salah satu ujungnya dibakar dan asapnya dihisap oleh mulut melalui ujung lainnya. Tembakau untuk cerutu terutama dibudidayakan di negara-negara seperti Brasil, Kamerun, Kuba, Republik Dominika, Honduras, Indonesia, Meksiko, Nikaragua, dan Amerika Serikat dengan cerutu dari Kuba dianggap merupakan ikon untuk cerutu.

Explorer Christopher Columbus umumnya dikreditkan dengan memperkenalkan tembakau ke Eropa. Dua awak Columbus selama perjalanan 1492, Rodrigo de Jerez dan Luis de Torres, yang dikatakan telah ditemui tembakau untuk pertama kalinya di pulau San Salvador di Bahama, ketika pribumi yang disajikan dengan daun-daun kering yang tersebar aroma yang aneh. Tembakau tersebar secara luas di antara semua pulau-pulau di Karibia dan karena itu mereka lagi ditemui di Kuba, di mana Columbus dan anak buahnya telah menetap.

Sekitar tahun 1592, di Spanyol Galleon San Clemente membawa 50 kilogram (110 lb) benih tembakau ke Filipina melalui Acapulco-rute perdagangan Manila. Benih itu kemudian didistribusikan di antara misi Katolik Roma, di mana ulama menemukan iklim dan tanah sangat baik untuk tanaman tembakau berkualitas tinggi di tanah Filipina.

Pada abad ke 19, merokok cerutu adalah biasa, sementara rokok sigaret masih relatif langka. Pada awal abad ke-20, Rudyard Kipling menulis puisi merokok terkenal, “The betrothed.” Bisnis cerutu adalah industri yang penting, dan pabrik mempekerjakan banyak orang sebelum pembuatan cerutu secara mekanik menjadi praktis.

Dimulai pada 1860-an ketika Vicente Martinez Ybor Key West menggerakkan bisnis cerutu ke bagian Tampa yang kini dikenal sebagai Kota Ybor, membuka Principe de Gales (Prince of Wales) pabrik lama setelah saingan Flor de Sanchez & Haya membuka pabrik, daerah itu menjadi pusat utama untuk pembuatan cerutu.

Di New York City, cerutu dibuat oleh rol bekerja di rumah mereka sendiri. Hal ini melaporkan bahwa hingga tahun 1883, cerutu sedang diproduksi di apartemen 127 rumah di Kota, mempekerjakan 1.962 keluarga dan 7.924 individu. Sebuah undang-undang negara yang melarang praktik, lulus akhir tahun itu atas desakan serikat buruh atas dasar bahwa praktik upah ditekan, diperintah inkonstitusional kurang dari 4 bulan kemudian. Industri, yang telah pindah ke Brooklyn dan tempat-tempat lain di Long Island sementara hukum yang berlaku, kemudian kembali ke Kota.

Seperti tahun 1905, ada 80.000 operasi pembuatan cerutu di AS, sebagian besar dari mereka kecil, keluarga-toko dioperasikan di mana cerutu digulung dan dijual segera.

Banyak cerutu modern, sebagai masalah prestise dan kualitas, masih digulung dengan tangan, paling terutama di Amerika Tengah dan Kuba dan juga di chinchales ditemukan di hampir semua kota yang cukup besar di Amerika Serikat. [2] Kotak-kotak cerutu linting tangan beruang totalmente kalimat yang mano (benar-benar dengan tangan) atau hecho a mano (dibuat dengan tangan).

Taste Cerutu BOSS IMAGE NUSANTARA sebagai berikut:

1.Robusto.

Memiliki rasa dan aroma khas tembakau Cuba dengan kesan rasa mantap dan lebih spesifik. Cerutu tidak keras dan memiliki daya bakar yang sempurna. Cocok untuk perokok cerutu Cuba.

2.Corona.

Memiliki rasa dan aroma khas tembakau Cuba dengan kesan rasa Sedikit lebih ringan dibanding Robusto. Cerutu tidak keras dan memiliki daya bakar yang sempurna. Cocok untuk perokok cerutu Cuba.

3.Half Corona.

Memiliki rasa dan aroma khas tembakau Cuba dengan kesan rasa lebih ringan dibanding Corona. Cerutu tidak keras dan memiliki daya bakar yang sempurna. Cocok untuk perokok cerutu Cuba.

4.El Nino.
Cerutu kecil memiliki rasa dan aroma khas tembakau Cuba dengan kesan rasa ringan. Cerutu tidak keras dan memiliki daya bakar yang sempurna. Cocok untuk perokok cerutu kecil yang berasal dari Cuba.

5.BIN 212
Memiliki rasa aroma dan aroma khas tembakau Besuki, Sumatra dan dibalut dengan tembakau golden leaf.

6.NFC ( New Fantacy Cigar)
Memiliki rasa aroma dan aroma khas tembakau Besuki, Sumatra dan dibalut dengan tembakau golden leaf.

7.MAUMERE
Memiliki rasa aroma dan aroma khas tembakau Besuki, Sumatra dan dibalut dengan tembakau golden leaf.

Cerutu Jember, Pusat Produksi & Penjualan

Cerutu Jember Kualitas Premium telah banyak di ekspor ke luar negeri. Salah satunya BOSS IMAGE NUSANTARA (BIN) yang berlokasi di Jember, Jawa Timur. BIN memproduksi Cerutu kualitas PREMIUM. Produksi cerutu BIN telah di Ekspor ke luar negeri dan disukai konsumen luar negeri karena menggunakan Tembakau South America (CUBA/HAVANA).

Sekilas tentang Cerutu

Ketika Christopher Columbus mendarat pertama kali tahun 1482 di Kepulauan Karibia, dia melihat upacara ritual suku Indian yang menghirup asap dari tumpukan daun tembakau lewat sebuah pipa. Mengisap asap tembakau, kala itu bagi orang Indian menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Konon, asap itu berkhasiat dan dapat memberi semangat.Lalu kapan tembakau itu disulap menjadi cerutu (cigars)? Data pasti masih samar-samar. Sekitar tahun 1800-an di Kuba ada kegiatan masyarakat di Quelta Abajo yang membuat ”rokok” dari daun tembakau yang digulung, untuk dijadikan barang dagangan yang paling dicari. Dari sinilah cerutu berkembang hingga kini.Kuba yang memulainya, dan sampai sekarang negara tersebut tak tergoyahkan sebagai negeri penghasil cerutu bermutu. Setelah Kuba yang menduduki papan atas, menyusul Dominika, Brasil, Meksiko, Equador, Jamaica, Kepuluan Canary, Filipina dan Amerika Serikat.Sebenarnya Indonesia, sebagai salah satu penghasil tembakau, terwakili oleh Jember yang tembakaunya diekpor ke negara pembuat cerutu. Begitu pula tembakau Sumatera yang dipakai untuk wrapper. Indonesia sendiri juga membuat cerutu namun pasarnya belum mampu menembus dominasi Cuban cigars.

Apa nikmatnya bercerutu padahal aromanya keras dan sering mengganggu penciuman orang yang sensitif? Bagi yang kurang suka, mencium baunya saja bisa bikin pusing kepala. Apalagi sampai tersedot asapnya, boleh jadi dia bisa kelenger. Karena itu para penggemar cerutu jika ingin mengisapnya, cenderung mencari tempat yang nyaman dan tak mengganggu orang lain.
Di beberapa negara Asia, seperti Singapura atau Hong Kong klub-klub cerutu bertumbuh bak jamur di musim hujan. Begitu juga di Indonesia, terutama di Jakarta, Bandung, dan di Pulau Bali.Khusus di Jakarta, para penggemar cerutu seperti dimanjakan dengan kehadiran lounge di beberapa hotel berbintang, seperti di Hotel Mandarin, Hotel Borobudur, Hotel JW Marriott dan di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Di sini mereka bisa kongkow-kongkow sembari bercerutu.
Lounge atau tempat khusus bercerutu, mulai ada sekitar tahun 2000-an. Sebelum ada ini, penggemar cerutu mendapatkannya dari luar negeri dan mencari tempat bercerutu juga susah, karena takut mengganggu orang lain. Tapi karena kini banyak lounge, mereka jadi suka ngumpul ke sana. Bercerutu di dalam ruangan khusus itu bisa sampai 5-6 orang. ”Bayangkan, tiap orang punya cerutu favorit masing-masing, mengisap bersama dan baunya bercampur. Di sinilah nikmatnya.”

Cara Menikmati Cerutu

Mengenal Cerutu

Sebagaimana diketahui, banyak orang yang mempunyai kebiasaan merokok Sigaret dan tidak sedikit pula orang yang merokok Cigar (Cerutu) yang harganya reatif lebih mahal. Bahkan para penikmat cerutu pemula terutama kaum muda pria dan wanitayang mulai berminat untuk merokok cerutu hadir di Cigar Club di kota-kota besar.Merokok cerutu telah menjadi symbol status dan menjadi salah satu alternative merokok yang sehat, Karena cara merokok cerutu tidak sama dengan merokok biasa.Cara Memilih Cerutu
Memilih cerutu yang sesuai untuk dirokok merupakan pekerjaan yang cukup sulit terutama bagi perokok pemula, mengingat banyaknya cerutu yang tersedia dengan bentuk dan cita rasa yang berbeda-beda.Cerutu rasa mild sampai medium kemungkinan besar lebih diterima bagi pemula daripada cerutu yang berat (full).
Jika dihubungkan dengan jam-jam tertentu dalam satu hari, maka biasanya pilihan mengarah pada cerutu kecil dengan cita rasa mild untuk pagi hari, cerutu ukuran dan rasa medium untuk siang hari dan cerutu dengan rasa lebih kuat serta ukuran lebih besar setelah makan malam.Kebanyakan perokok cerutu cenderung setia pada ukuran cerutu yang sudah biasa dihisap. Hal ini berkaitan dengan rasa cerutu, karena cerutu dengan komposisi tembakau yang sama dan ukuran berbeda relative memiliki cita rasa yang berbeda pula.

Cara Memotong Cerutu

Pekerjaan yang perlu dilakukan sebelum menyulut cerutu adalah memotong cerutu pada bagian kepala (head/cap/flag). Bagian tersebut merupakan potongan tembakau kecil yang berfungsi menutup bagian akhir dari cerutu.Panjang pemotongan sangat relative, tergantung ukuran cerutu dan konstruksi cap itu sendiri. Biasanya pemotongan dilakukan sekitar 1/16 – 1/8 inches dari panjang cerutu, luas pemotongan sekitar 75 % – 85 % dari luasan cap.Pendekatan dari ukuran tersebut adalah dengan melakukan pemotongan sedikit diatas cap sebelum lengkungan cap menjadi lurus.Pemotongan yang terlalu rendah akan menghasilkan lubang kurang besar sehingga sulit dihisap. Sebaliknya pemotongan yang terlalu tinggi kemungkinan besar akan merusak kontruksi wrapper.

Ada tiga tipe pemotongan ujung hisap cerutu, antara lain :

1. Tipe lurus
Tipe pemotongan lurus merupakan tipe potongan yang umum digunakan dan kebanyakan menggunakan alat model guillotine.

2. Tipe Lubang (Punch)
Lubang dibuat dengan cutter model punch dan tipe ini merupakan alternative untuk mengatasi masalah tentang luasan atau panjang cap yang harus dipotong.

3. Tipe V (V-Cut)
Tipe potongan V menghasilkan bidang potongan seperti huruf V, penggunaan tipe ini mengurangi adanya kekhawatiran mengenai panjang cap yang harus dipotong. Beberapa orang berpendapat kalau tipe ini cenderung menghasilkan potongan yang kurang bagus dan pembakaran tidak merata.Cara Menyulut Cerutu
Pada waktu menyulut sebatang cerutu yang dibakar adalah ujung cerutu bagian kaki (foot). Beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum sebatang cerutu dapat dihisap antara lain:

1. Memanasi ujung cerutu diatas nyala korek api sambil memutar-mutar cerutu agar pemanasan merata pada bidang bakar yang dikehendaki. Diusahakan nyala api tidak langsung menyentuh ujung bakar cerutu, hal ini semata untuk mendapatkan hasil pembakaran yang sempurna.

2. Mulai menghisap cerutu dengan meneruskan pembakaran dan cerutu tetap diputar-putar sampai ujung bakar cerutu terbakar dengan sempurna. Pembakaran yang kurang tepat akan berpengaruh terhadap kerataan terbakarnya cerutuCara Menghisap Cerutu
Menghisap sebatang cerutu tidak sama dengan menikmati rokok biasa. Asap yang dihisap/disedot hanya sampai di rongga mulut untuk dinikmati cita rasa yang ada didalamnya, bukan dihisap/disedot seperti rokok biasa.Selanjutnya asap dihembuskan pelan-pelan lewat mulut (bukan lewat hidung) dan begitu seterusnya sampai hisapan terakhir.Menghisap cerutu sebaiknya pada kondisi yang tenang, sehingga hisapan demi hisapan dapat dinikmati dengan tenang pula.Cerutu yang dihisap terlalu cepat akan menimbulkan rasa panas dan merusak cita rasa, sebaliknya cerutu yang dihisap terlalu lambat akan cenderung mati.Menikmati asap cerutu di mulut dan menghembuskan asap juga melalui mulut.

Sejarah Cerutu Jember

Kota Jember merupakan kota yang terletak di propinsi Jawa Timur. Jember merupakan daerah yang di kenal sebagai daerah tapal kuda dan Jember dikenal juga dengan sebutan kabupaten 1.000 bukit karena memiliki setidaknya 1.666 bukit yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jember.

Kabupaten Jember terkenal sebagai penghasil salah satu Tembakau terbaik di dunia. Melalui potensi tanaman tembakau ini, Kabupaten Jember telah lama terkenal dan melegenda sebagai “kota tembakau” sebagai salah satu daerah produsen dan penghasil tembakau terbesar dengan produk yang berkualitas. Tidak hanya di pasar nasional, bahkan telah lama Kota Jember dikenal di beberapa negara Eropa seperti Bremen. Jerman.Produksi unggulan perkebunan andalan Jember yakni komoditi tembakau. Penggemar cerutu alias aficionado tahu persis bahwa cerutu buatan Kuba, Amerika, Swiss, dan Jerman mahal dan berkelas. Kabupaten Jember lewat tembakau Besuki merupakan salah satu pemasok cerutu tersebut. Tembakau Besuki ini dimanfaatkan terutama untuk pembalut cerutu (deklabad) selain sebagai bahan pengikat (Binder) serta pengisi (filler) aroma cerutu yang berkualitas tersebut.
Satu-satunya BUMN yang mengelola tembakau di Jember adalah PT. Perkebunan Nusantara X (PTPNX) yang berlokasi di Kecamatan Arjasa. Dalam upaya mengantisipasi persaingan pasar utamanya di Luar negeri, selain memasarkan produk tembakau secara langsung, PTPN X juga mengembangkan melalui unit Industri BOBIN dan Koperasi Karyawan Kartanegara.Industri Bobbin membawa manfaat yang sangat besar, diantaranya menyerap tenaga kerja / membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatnya jumlah uang yang beredar dan sebagai salah satu contoh keberhasilan kerjasama dengan pihak asing. Pada tahun 2003, industri Bobbin PTPN X telah memproduksi sebanyak 700 juta potong (bungkus) dengan tenaga kerja sebanyak 931 orang yang mayoritas adalah wanita.

Koperasi karyawan kartanegara (kopkar Kartanegara) PTPN X juga turut memproduksi sekaligus memasarkan produk tembakau baik jenis Na Oogst dan TBN / FIN yang dikemas menjadi cerutu yang berkualitas dan sesuai standart / keinginan konsumen. Pembuatan cerutu kopkar Kartanegara dilakukan secara manual atau “hand made”.
Tetapi lebih dari itu ada sisi lain yang mungkin orang awam belum tahu bahwa Jember adalah penghasil cerutu terbaik nomor satu di Indonesia dan nomor dua terbaik di seluruh dunia…!!!
Jember menghasilkan cerutu terbaik kedua di dunia setelah Kuba. Yang mungkin banyak orang tahu adalah cerutu terbaik hanyalah dari Kuba. Tapi sebagai orang Indonesia setidaknya bangga kalau penghasil cerutu terbaik kedua di dunia adalah kota yang terletak di Indonesia yaitu Jember.

Sampai-sampai lambang dari kota Jember sendiri adalah tembakau yang semakin memperjelas bahwa Jember adalah kota penghasil cerutu. Cerutu di Jember di kelola oleh perusahaan PTPN X. Dan di olah oleh orang orang atau warga Jember sendiri.

Ada tiga jenis cerutu yang diproduksi di Jember. Jenis cerutu berbatang pendek (small cigar), sedang (soft filler), dan panjang (long filler). Mengisi pasar dalam negeri maupun mancanegara, cerutu Indonesia buatan Jember memiliki beberapa merek yang cukup dikenal, seperti Bali Djanger, Bali Legong, serta Cadenza Long Premium.Cerutu yang di buat di Jember pun sekarang sudah banyak di ekspor ke banyak negara asing. Yang meskipun di negara asing tersebut, cerutu yang di hasilkan di Jember di kira berasal dari Bali krn merknya berbau bau Bali.

Sejarah Tembakau Jember

Di mata para juragan hecho en Cuba alias cerutu Kuba, Indonesia ibarat la tierra prometadora, sebuah tanah yang menjanjikan. Jangan heran. Kuba maupun negara-negara penghasil cerutu terbaik sedunia tak pernah alpa menoleh ke Indonesia saban kali mereka membutuhkan bahan baku cerutu.

Dunia internasional juga mengenal Besuki Na Oogst (BNO), daun tembakau yang dihasilkan di Besuki, Jember, yang cocok dipakai sebagai pembalut, pengikat atau pembungkus, bahkan pengisi cerutu. Tembakau Besuki, yang mengharumkan nama Jawa Timur, unggul dalam karakter elastisitas, rasa, serta warna daun yang cokelat kehitaman.

Tradisi cerutu Indonesia berasal dari Belanda. Tak jelas, apa dan siapa pabrik cerutu pertama di Hindia Belanda. Namun, yang tertua dan masih bertahan sampai sekarang adalah Industri Bobbin PTPN X di Desa Jelbuk, Jember. “Usia tembakau di sini hampir dua abad,” ujar Kuntjoro, konsultan sekaligus pengelola Bobbin PTPN X Jelbuk, Jember.

Dari dulu, Jember terkenal dengan tembakaunya. Tembakau Jember diekspor ke Bremen, Jerman. Tembakau Jember dimanfaatkan terutama untuk bahan pembalut cerutu (dekblad) selain sebagai bahan pengikat (binder) serta pengisi (filler) aroma cerutu yang berkualitas tersebut. Tembakau dari Jember itu tidak kalah dengan cerutu Kuba maupun Amerika.

Lebih dari dua abad lamanya tembakau ini ada dan tumbuh di daerah Jember. Mulanya, adalah George Bernie yang mendapatkan hak erfpacht atau hak guna usaha untuk jangka waktu 75 tahun di daerah Jember di Jenggawah. Ia menggarap areal perkebunan ini untuk usaha perkebunan tembakau jenis BNO (Besuki Na Oogst)

Zaman pun berganti perkebunan tersebut lalu dikelola oleh badan hukum milik Pemerintah Hindia Belanda. Setelah pendudukan Jepang, perusahaan ini kemudian dinasionalisasikan. Terhadap lahan perkebunan itu sempat timbul konflik antara petani dengan PT Perkebunan (PTP) XXVII. Konflik ini bisa diselesaikan. Petani memperoleh hak milik atas lahan tersebut. PTP XXVII, XIX, XXI, dan XXII pada tahun 1996 kemudian melebur menjadi PT Perkebunan Nusantara X.

Masyarakat setempat biasa menanam tembakau. Sampai-sampai tanaman tembakau menjadi trade mark Kabupaten Jember. Tidak mengherankan bila pemerintah kabupaten memakai daun tembakau sebagai salah satu gambar yang menghias lambang daerahnya.

Apakah Anda Berminat Untuk Membeli Cerutu?

Phone/ WA : 081231711177