Bahaya Antibiotik dan Hormon Pemicu Pertumbuhan

animal hormones

D. Linsey Berkson, penulis Hormone Deception (Contemporary Books, 2000), khawatir bahwa hormon didalam makanan bisa menjadi setidaknya sebagian yang menjadi penyebab dari pubertas dini. Rata-rata umur pubertas anak perempuan sekarang 12.5 sampai 12.9 tahun, lebih muda dari pada abad sebelumnya…

 

Penggunaan antibiotik dan hormon pertumbuhan pada hewan ternak telah menjadi masalah yang kontroversial beberapa tahun terakhir. Penggunaan antibiotik pada hewan ternak sangat penting untuk mencegah penyebaran dan mengurangi efek penyakit pada ternak. Pada beberapa kasus, antibiotik telah ditambahkan pada pakan ternak untuk mempercepat pertumbuhan ternak. Residu dari obat-obatan ini tersimpan dalam lemak, ginjal dan hati ternak dalam jumlah yang kecil namun ini tidak dianggap menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia.

Penggunaan antibiotik pada ternak diduga menjadi penyebab terjadinya spesies bakteri yang tahan terhadap antibiotik, walaupun yang menjadi penyebab utama terjadinya adalah manajemen pemberian obat yang kurang baik pada manusia ataupun hewan. Hal ini yang dapat menyebabkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang telah tahan terhadap antibiotik tidak dapat diobati dengan antibiotic generasi yang lama. Pada bulan Maret 2002, Uni Eropa mengusulkan penggunaan antibiotik sebagai agen pemicu pertumbuhan dihapuskan atau dilarang penggunaanya pada tahun 2006.

Pada industri peternakan, mereka secara rutin memberi asupan antibiotik pada sapi, babi, unggas, dan ikan sebagai bagian dari makanan sehari-hari. Sejak tahun 1940, pemberian antibiotik telah dilakukan oleh para peternak, saat itu antibiotik dikembangkan untuk membantu hewan memproses dan menyerap makanan lebih sempurna. Tidak semua peternak memberikan perlakuan dengan antibiotik, akan tetapi salah satu yang menggunakannya dapat mengakibatkan bahaya bagi keluarga anda.

  1. Resistensi Antibiotik pada manusia

fda-antibiotics-320

Terhitung kurang lebih 70% dari keseluruhan antibiotik digunakan pada industry makanan di Amerika Serikat. Pada hewan ternak termasuk pakan sapi, babi dan ayam biasanya dipelihara dalam kandang mulai kecil sampai dewasa di dalam kandang. Kurang bergerak dan pertumbuhannya menjadi lambat serta beresiko terserang penyakit. Antibiotik menjadi bagian dari pakan hewan untuk menstimulasi hormone pertumbuhan dan melindungi dari serangan penyakit.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah diproses, dalam daging, susu dan telur masih ditemukan residu dari antibiotika dari pakan yang diberikan pada ternak. Secara teori, manusia kemungkinan besar mengkonsumsi residunya setiap kali makan, hal ini akan meningkatkan resistensi manusia terhadap antibiotik.

  1. Meningkatnya jumlah Bakteri Yang Resisten Terhadap Antibiotik

staphylococcus aureus

Meningkatnya jumlah strain bakteri yang resisten terhadap antibiotik muncul selama beberapa tahun terakhir di Amerika. Dalam pertemusn eksekutif orhganisasi kesehatan dunia WHO menunjukkan bukti yang jelas yang berhubungan langsung antara resiko kesehatan manusia terhadap bakteri yang resisten terhadap obat-obatan yang berasal dari penggunaan antibiotic pada hewan ternak dan ikan. Strain ini tidak akan ada apabila hal diatas tidak dilakukan, termasuk Staphylococcus aureus resisten terhadap Methicillian atau MRSA.

Pada penelitian yang dilakukan di Universitas Iowa pada tahun 2009, strain baru MRSA kurang lebih sebanyak 70 % pada babi dan pada pekerja yang berhubungan dengan peternakan babi sebanyak 64% di beberapa daerah peternakan di Iowa dan bagian barat Illionis. Saat disurvei, semua peternakan mengakui memberikan antibiotic pada ternak mereka setiap hari. Peternakan yang disurvei dan tidak menggunakan antibiotic bebas dari infeksi kejadian MRSA.

  1. Pemberian Label Yang Menyesatkan Pada Produk Makanan

meat-special-report

Banyak penjual menawarkan produk dengan label “tumbuh tanpa antibiotik. Namun, beberapa kemasan ini mungkin menyesatkan atau berbohong. Pada tahun 2008, USDA mengarahkanperusahaan Tyson untuk berhenti melabeli produknya dengan “Bebas Antibiotika”, salah satu penghasil daging terbesar dunia pernah mengakui menyuntikkan antibiotic pada telur yang belum ditetaskan.

USDA juga memperingatkan perusahaan untuk tidak menggunakan label yang menyesatkan karena mereka secara teratur memberikan ionosfor pada pakan ayam. Tyson berargumen bahwa ionosfor adalah antimikroba bukan antibiotic. Setelah itu, USDA menemukan bukti bahwa Tyson telah lama menginjeksi telur mereka dengan gentamicin, diman gentamicin diketahui untuk pengobatan saluran kemih pada manusia. Tyson tidak menginformasikan hal ini kepada USDA. Karena tidak ada definisi formal dari label “Dibesarkan tanpa Antibiotik”, beberapa produsen daging sering melakukan penyalahgunaan seperti ini.

Hormon

Hormon diberikan pada ternak untuk meningkatkan atau mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan hasil susu. Pada tahun 1988 Uni Eropa melarang penggunaan hormon pertumbuhan pada hewan ternak, walaupun sampai saat ini masih dilakukan di Amerika Serikat, Kanada dan di Australia. Topic ini masih menjadi kontroversi, terutama perdagangan sapi internasional yang diberi perlakuan penambahan hormon.

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang spesifik yang dilakukan untuk efek dari daging yang berasal dari ternak yang diberi hormon terhadap kesehatan pada anak-anak yang mengkonsumsinya, dimana lebih berbahaya daripada orang dewasa yang mengkonsumsinya. Dimana anak-anak memiliki hormone seksual yang lebih rendah dalam tubuhnya daripada orang yang telah dewasa, beberapa ahli menyatakan walaupun kecil kandungannya dapat meningkatkan resikonya bagi anak-anak. “Semakin muda Anda [bila terpapar], semakin besar risiko yang anda hadapi,” kata Samuel Epstein, M.D., professor of occupational and environmental medicine at the University of Illinois Medical Center dan pendiri koalisi pencegahan kanker.

Beberapa ahli, termasuk D. Linsey Berkson, penulis Hormone Deception (Contemporary Books, 2000), khawatir bahwa hormon didalam makanan bisa menjadi setidaknya sebagian yang menjadi penyebab dari pubertas dini. Rata-rata umur pubertas anak perempuan sekarang 12.5 sampai 12.9 tahun, lebih muda daripada abad sebelumnya, meskipun tidak diketahui secara pasti. Namun, pada titik ini, hubungan antara hormon dan pubertas dini belum ditetapkan oleh peneliti.

Bagaimana estrogen alami tumbuhan, atau fitoestrogen? Substansi ini dapat ditemukan dalam berbagai macam makanan antara lain pada biji-bijian, labu, mentimun, wortel, bawang putih, kubis dan kedelai, memiliki efek ringan seperti estrogen. Pada akhirnya, meskipun phytoestrogen hampir tidak mengkhawatirkan tingkat resikonya daripada hormon yang diberikan pada hewan.

 

Sumber:

http://www.karantinapertaniansby.com/index_berita.php?hal=detil_artikel&id=9

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here