Waspadai Penggunaan Antibiotik pada Hewan Ternak

Oleh: Drh. Sunandar

Sejak pertama kali ditemukannya antibiotik pada tahun 1928 oleh Alexander Fleming, Penemuan ini merupakan keberhasilan besar dalam dunia kedokteran, karena memberikan dampak besar bagi kesehatan manusia dan ternak.  Seiring dengan suksesnya pengobatan, obatpun makin banyak diproduksi, tidak hanya digunakan untuk pengobatan tetapi juga untuk pencegahan penyakit dan perbaikan pertumbuhan atau produksi ternak. Akibatnya pertumbuhan antibiotika dari tahun ke tahun meningkat.


Tingginya penggunaan antibiotika yang tidak diikuti pemakaian yang tepat berdampak negatif terhadap timbulnya resisten antibiotika.  Sehingga sejak era 1980-an perkembangan antibiotik dapat dikatakan sebagai masa yang mengkhawatirkan dan saat ini resistensi terhadap antibiotika sudah menjadi masalah di seluruh dunia.
Antibiotik pada Hewan Ternak

Produk peternakan mempunyai nilai gizi yang tinggi bagi kehidupan manusia.  Sehingga keamanan pangan asal hewan sangatlah penting.  Untuk mendapatkan produk peternakan yang aman diperlukan proses yang panjang, dimulai dari peternakan sampai pascaproduksi.
Salah satu yang perlu diperhatikan dalam dunia peternakan yaitu penggunaan antibiotik, karena hal ini telah menjadi masalah diseluruh dunia.  Antibiotik saat ini banyak digunakan dalam dunia peternakan dan telah dimulai penggunaannya sejak awal tahun 1950. Antibiotik saat ini banyak digunakan sebagai imbuhan pakan ternak untuk memacu pertumbuhan, antibiotika dapat memacu pertumbuhan ternak agar dapat tumbuh lebih besar dan lebih cepat serta dapat mencegah terjadinya infeksi bakteri.
Penggunaan antibiotik secara terus menerus dalam dosis yang rendah pada ternak dapat menyebabkan mikroba tersebut menjadi resisten, akibatnya dapat menjadi penyebab kegagalan pengobatan penyakit infeksi .  Selain dapat menyebabkan resistensi, residu antibiotika juga dapat menimbulkan allergi, dan kemungkinan keracunan .
Timbulnya resisten disebabkan oleh pemakaian antibiotika yang tidak tepat dalam memilih jenis antibiotika dan dosis serta lama pemakaian.  Proses terjadinya resistensi dapat melalui mutasi gen, penghambatan aktivitas antibiotik secara enzimatik, perubahan protein yang merupakan target antibiotik, perubahan jalur metabolik, efluks antibiotik, dan perubahan permeabilitas membran.

Dampak Penggunaan Antibiotik pada Hewan terhadap kesehatan manusia

Penggunaan antibiotik yang efektif untuk mengobati hewan sangatlah penting.  Dalam mempergunakan antibiotika atau obat hewan lainnya untuk ternak, maka selain efikasi dari obat, perlu juga diperhatikan faktor ekonomi dan keamanan dari produk yang dihasilkan.
Mudahnya memperoleh antibiotika di pasaran disamping tujuan untuk meningkatkan produksi peternakan secara cepat, telah mendorong pemakaian antibiotika secara berlebihan tanpa memperhatikan segi keamanan produk ternak yang dihasilkan.
Kesadaran akan bahaya residu, antibiotika dalam produk peternakan dirasa masih kurang mendapatkan perhatian, karena pengaruhnya tidak dirasakan secara langsung . Akan tetapi dapat membahayakan kesehatan manusia, apabila produk peternakan mengandung residu dikonsumsi secara terus menerus.
Adanya residu akan menyebabkan turunnya tingkat kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan resistensi, alergi atau keracunan .
Banyak upaya dalam mendukung kesehatan hewan tergantung pada ketersediaan dan penggunaan obat hewan yang tepat dan berkualitas.  Sehingga diperlukanan pengawasan yang intensif  demi terjaminnya keamanan pangan asal hewan.  Selain itu juga diperlukan perhatian dari semua pihak dalam mentaati pemakaian antibiotika, termasuk mematuhi waktu henti dari antibiotika yang digunakan .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here