Kepala SMAN 3 Jember Raih Predikat Kepala Sekolah Terbaik se-Indonesia

Kepala Sekolah SMAN 3 Jember, DR. Rasyid, M.Si.,M.P., meraih penghargaan bergengsi Best of The Best Award sebagai Kepala Sekolah terbaik se-Indonesia. Rasyid dinilai berhasil menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter selama memimpin salah satu SMA favorit di Jember tersebut.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Rosyid mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka akan menerima plakat emas yang ditandatangani langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendi. Rosyid dinilai berhasil menanamkan pendidikan karakter, meningkatkan kedisiplinan siswa dengan menerapkan peraturan tegas dan mendidik. Salah satunya tidak memulangkan siswa yang terlambat, tetapi diberikan sanksi berupa wawancara dengan Balai Latihan Kerja, kebun pembibitan, atau pedagang pasar tradisional yang kemudian ditulis dalam bentuk laporan dan dikumpulkan keesokan harinya. Selain itu, dia juga menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan luar negeri untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa agar mereka mampu bersaing hingga tingkat internasional. Terbukti tahun ini ada beberapa siswa yang diterima masuk di perguruan tinggi di negara Cina dan Jerman. Rosyid berharap prestasi SMA Negeri 3 ini bisa terus dipertahankan.

Selain menerima lencana emas, Rasyid juga menerima plakat dan sertifikat penghargaan yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. DR. Muhajir Effendi, M.A.P.

Rasyid mengaku bersyukur atas penghargaan tersebut. Capaian ini merupakan buah dari kerja keras yang dilakukan oleh SMAN 3 Jember.

“Penghargaan ini sebagai wujud apresiasi kepada pelaku pendidikan Indonesia. Untuk pendidikan diberikan kepada saya selaku kasek SMAN 3 Jember dan juga diberikan kepada lembaga,” ungkapnya, saat dihubungi via telepon seluler Sabtu (29/9/2018).

Menurut Rasyid, ada beberapa kategori penilaian, sehingga SMAN 3 Jember berhasil menyabet Best of The Best Award di bidang pendidikan.

Pertama, SMAN 3 Jember dinilai berhasil dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter melalui kedisiplinan.

“Kita berikan suatu aturan yang tegas dan ketat kepada siswa terlambat, tidak dipulangkan. Tetapi, diberi tugas dalam rangka observasi dan wawancara kepada beberapa lembaga seperti BLK, kebun pembibitan dan pasar tradisional, dan itu semua ditulis oleh siswa terlambat untuk dikumpulkan keeseokan harinya sebagai presensi pada hari dia terlambat,” tuturnya.

Dengan kebijakan ini, pihak sekolah tidak hanya memberi punishment, tetapi juga meningkatkan kompetensi siswa. “Kebijakan ini menjadikan anak didik kita memiliki rasa tanggung jawab yang luar biasa. Mereka juga memiliki sopan santun yang baik, buah dari kedisiplinan yang kita terapkan,” paparnya.

Kedua, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 3 Jember, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah lembaga luar negeri. (win)