Hadist Tentang Gaharu ( menurut / Versi islam )

Hadist Tentang Gaharu ( menurut / Versi islam )

Hadist Bukhori muslim,Halaman 784 hadist ke 1429 Bab.Berobat dengan kayu gaharu yaitu al-kustu

هدس ١٤٢٩ حديڽُ اُّم ڤيس بنت محصن ڤا لت :سمغ النبي صل ل لله الايه وسلام : يقل : غلِكُم بهذا ِ الغود الهند يّ فاِ نّ فِ يْه سبغة اشفية يستغطُ به من الغذ ر ةِ ويلةُ به من د اتِ الجنب ( ا خرحه الخا ري في :٧٢ -كبِا ب لطب:١٠- باب السغوط با لقسط اطندي البحي وهو الكست.

( maaf kalau susah di baca arabnya bisa buka sendidir hadistnya termksh ) Artinya: Ummu qois binti mihsan ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda,pakailah ( pergunakanlah) kayu gaharu itu sebab mengandung tujuh macam obat,untuk sakit tenggorokan,juga dapat dimakan untuk obat sakit pinggang ( bukhori muslim ) Dari hasil penelitian berbagai negara tentang kegunaan kayu gaharu selain untuk hio/dupa,kemenyan,parfum,kosmetik,campuran obat nyamuk bakar,untuk sarang(rumah) walet,terapi,untuk agama hindu buat bakar mayat,mandi Asap dan juga bisa untuk Obat.

Dan berikut keutamaan dan pahala yang akan di dapat bagi orang yang suka menanam tanaman bagi umat muslim,maaf saya kutib dari dalilnya umat muslim Diriwayatkan dari anas bin malik ra : Rasulullah pernah bersabda “ akan di pandang sebagai melakukan sedekah,seorang muslim yang menabur benih dan menanam pohon kemudian manfaat di ambil oleh manusia,burung-burung,atau hewan lainya,( HR al Bukhory dlm kitab al muzaro’ah) Dan atau : Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman,lalu burung memakanya,atau manusia,atau hewan,kecuali dia akan mendapat sedekah karenanya ( Hr Bukhary dalam kitab al muzaro’ah 2320 dan muslim dalam kitab Al Musaqah 3950 )

Hadis Perubatan Sains Dalam Gaharu

Hadis Perubatan Sains Dalam Gaharu

HADIS GAHARU
membakar kayu gaharu sememangnya adalah satu perbuatan Sunnah

Kayu Gaharu MRSOL

 

Dalam bahasa Arab secara harfiyah ada beberapa istilah yang digunakan untuk menyebut nama gaharu, diantaranya adalah Al-‘uud (العود), Al-Uluwwah (الالوة) , Al-Qusth (القسط ), Yalanjuj (يلنجوج), Alanjuj (النجوج) dan Al-Kust ( الكست)

Gaharu adalah sejenis kayu beraroma yang  memiliki wangi khas tersendiri sebagai wangian aromaterapi dan memiliki banyak manfaat untuk kesihatan, wangian dan sebagainya

 

Dalam Qamus Lisana al-‘Arob disebutkan :

والأَلُوَّة والأُلُوَّة، بفتح الهمزة وضمها والتشديد، لغتان: العُودُ الذي يُتَبَخَّر به، فارسي
معرَّبٌ، والجمع أَلاوِيَة، قال الأَصمعي: هو العُود الذي يُتَبَخَّر به، قال أَبومنصور: الأَلُوَّة العود

“Al-Aluwwah dan Al-Uluwwah, dengan memfatahkan hamzah dan mendlommahkannya serta mentasydid waunya, memiliki dua lugot, yaitu lugot persi yang dijadikan ‘arab ialah kayu gaharu. Bentuk pluralnya adalah Alaawiyah. Imam Al-Ashmu’i berkata, “Al-Uluwwah adalah kayu gaharu”, Abu Manshur berkata, “Al-Uluwwah adalah kayu gaharu” (Kitab digital Marji’ al-Akbar)

Berbicara tentang sejarah kayu gaharu, kayu ini sudah dikenal pada zaman Nabi Sulaiman AS. Di mana Kayu syurga ini sudah biasa digunakan sebagai bingkisan kerajaan, karena dianggap sebagai barang berharga dan istimewa, kayu ini pernah dijadikan bingkisan kerajaan oleh Ratu Balqis untuk Nabi Sulaiman AS. Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al-Alusi :

وقال وهب. وغيره: عمدت بلقيس إلى خمسمائة غلام وخمسمائة جارية فألبست الجواري لبس الغلمان الأقبية والمناطق وألبست الغلمانلباس الجواري وجعلت في أيديهم أساور الذهب وفي أعناقهم أطواق الذهب وفي آذانهم أقرطة وشنوفاً مرصعة بأنواع الجواهر وحملت الجواري على خمسمائة رمكة والغلمان على خمسمائة برذون على كل فرس سرج من الذهب مرصع بالجوهر وعليه أغشية الديباج وبعثت إليه لبنات من ذهب ولبنات من فضة وتاجاً مكللاً بالدر والياقوت وأرسلت بالمسك والعنبر والعود.

“Wahb dan yang lainnya berkata, Balqis pergi menuju 500 pelayan laki-laki dan 500 pelayan wanita, lalu ia memakaikan pakaian luar untuk pelayan laki-laki serta ikat pinggang kepada pelayan wanita dan memakaikan pakaian pelayan wanita kepada pelayan laki-laki, selain itu ia juga memasangkan gelang emas pada tangan mereka, kalung emas pada leher-leher mereka,  anting-anting yang bertahtakan mutiara pada telinga mereka. Kemudian para pelayan wanita itu dibawa di atas 500 kuda sedangkan para pelayan laki-laki dibawa diatas kuda tarik. Pada setiap kudanya terdapat lampu emas yang bertahtakan mutiara dan beralaskan sutera. Ia juga mengirimkan kepada Sulaiman batu-bata dari emas dan perak, mahkota yang bertahtakan mutiara dan yaqut, serta ia juga mengirimkan misik, anbar dan gaharu.”

Kami sertakan juga beberapa hadis berkait Gaharu

1) At-Thib An-Nabawiy Halaman 265
Imam Ibnu Al-Qayim Al-Jauzi dalam kitabnya Al-Thib Al-Nabawi menjelaskan tentang macam dan fungsi kayu Gaharu, beliau mengatakan :

عُودٌ: العود الهندى نوعان؛ أحدهما: يُستعمل فى الأدوية وهو الكُسْت، ويقال له: القُسْط، وسيأتى فى حرف القاف. الثانى: يُستعمل فى الطِّيب، ويقال له: الأَلُوَّة

“Kayu gaharu india itu ada dua macam. Pertama adalah kayu gaharu yang di gunakan untuk pengobatan, yang dinamakan kayu kusth. Ada yang menyebutnya dengan Qusth. Dan yang kedua adalah yang di gunakan sebagai pengharum. Kayu ini disebut Uluwwah

2) Hadith ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu ‘Adiy dalam kitabnya (al kamil:242/6) dan Imam Abu Syeikh dalam kitabnya (akhlaq an Nabi wa adabihi : 337)

عن عائشة رضي الله عنها قالت:
“كان أحب الطيب إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم…العود، وكان يتبخر به مع الكافور”
أخرجه ابن عدي في “الكامل” (٦/٢٤٢) وأبو الشيخ في “أخلاق النبيوآدابه” (٢٣٧)

Di riwayatkan daripada Hadrat Aisyah R.A beliau berkata Wangian yang paling digemari oleh Baginda S.A.W adalah oud. Baginda sering membakarnya bersama campuran kafur

3) Hadith Ibnu Majah Kitab Perubatan (2804-3526). Obat Penyakit Kerongkongan dan Larangan Mengobati dengan Memasukkan Tangan
عَنْ أُمِّ قَيْسٍ بِنْتِ مِحْصَنٍ قَالَتْ دَخَلْتُ بِابْنٍ لِي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ أَعْلَقْتُ عَلَيْهِ مِنْ الْعُذْرَةِ فَقَالَ عَلَامَ تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذَا الْعِلَاقِ عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ يُسْعَطُ بِهِ مِنْ الْعُذْرَةِ وَيُلَدُّ بِهِ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ

Dari Ummu Qais binti Mihshan, ia berkata, “Aku datang mengunjungi Nabi SAW bersama anakku yang telah kuobati sakit kerongkongannya dengan tanganku, maka beliau bersabda, ‘Dengan maksud apa kamu mengobati penyakit tenggorokan anak-anakmu dengan memasukkan jemari tangan? Gunakanlah kayu India, karena padanya terdapat tujuh ragam penyembuhan, dapat dimasukkan sebagai obat tetes hidung untuk dapat menyembuhkan penyakit kerongkongan, dan dapat pula menjadi penyembuh dari penyakit radang selaput dada” Shahih: Muttafaq ‘Alaih.
قَالَ يُونُسُ أَعْلَقْتُ يَعْنِي غَمَزْتُ
Yunus berkata, “Arti kata a’laqtu adalah: menusuk dengan tangan.”

4) HR Al-Bukhari no 3073
hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الْجَنَّةَ صُوْرَتُهُمْ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ لاَ يَبْصُقُوْنَ فِيْهَا وَلاَ يَمْتَخِطُوْنَ وَلاَ يَتَغَوَّطُوْنَ آنِيَتُهُمْ فِيْهَا الذَّهَبُ أَمْشَاطُهُمْ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَمَجَامِرُهُمْ الألوة ورشحهم الْمِسْكُ وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُ سُوْقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الْحَسَنِ وَلَا اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ قُلُوْبُهُمْ قَلْبُ رَجُلٍ وَاحِدٍ يُسَبِّحُوْنَ اللهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا

“Rombongan yang pertama kali masuk surga bentuk mereka seperti bentuk rembulan di malam purnama, mereka tidak berludah, tidak beringus, tidak buang air. Bejana-bejana mereka dari emas, sisir-sisir mereka dari emas dan perak, pembakar gaharu mereka dari kayu india, keringat mereka beraroma misik, dan bagi setiap mereka dua orang istri, yang Nampak sum-sum betis mereka di balik daging karena kecantikan. Tidak ada perselisihan di antara mereka, tidak ada permusuhan, hati-hati mereka hati yang satu, mereka bertasbih kepada Allah setiap pagi dan petang”

5) Shahih Muslim No.2739
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Tidak halal bagi seorang wanita berkabung atas seorang mayat selama lebih dari tiga hari kecuali karena kematian suami, yaitu selama empat bulan sepuluh hari. Selama itu ia tidak boleh mengenakan pakaian yang dicelup kecuali pakaian yang sangat sederhana. Ia juga tidak boleh memakai celak mata dan juga tidak boleh memakai wewangian, kecuali hanya sedikit dari qusth (sejenis cendana yang digunakan untuk membuat asap yang wangi) atau azhfar (sejenis wewangian)

6) HR. Muslim No 2254

Kayu gaharu juga digunakan dan di anjurkan oleh Rasulullah SAW baik untuk pengobatan (Teraphy) ataupun untuk wewangian (mengasapi mayat supaya harum). Banyak sekali hadis yang menjelaskan tentang tatacara Rasul mengukup/mengasapi jenazah :

عن نافع. قال : كان ابن عمر إذا استجمر بالألوة، غير مطراة. وبكافور يطرحه مع الألوة. ثم قال: هكذا كان يستجمر رسول صلى الله
عليه وسلم

“Dari Nafi’ beliau berkata, “ Apabila Ibnu Umar mengukup mayat, maka beliau mengukupnya denga kayu gaharu yang tidak dihaluskan dan dengan kapur barus yang dicampurkan dengan kayu gaharu. Kemudian beliau berkata, “Beginilah cara Rosul ketika mengukup jenazah”

7) HR.Muslim No 5716
Hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan berobat dengan menggunakan gaharu :

حدّثنا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيميُّ وَ أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَ عَمْرٌو النَّاقِدُ وَ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَ ابْنُ أَبِي عُمَرَ ـ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ ـ (قَالَ يَحْيَى : أَخْبَرَنَا. وَقَالَ الآخَرُونَ : حَدَّثَنَا) سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللّهِ بْنِ عَبْدِ اللّهِ عَنْ أُمِّ قَيْسٍ بِنْتِ مِحْصَنٍ أُخْتِ عُكَاشَةَ بْنِ مِحْصَنٍ ، . قَالَتْ: دَخَلْتُ بِابْنٍ لِي عَلَى رَسُولِ اللّهِ . لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامَ. فَبَالَ عَلَيْهِ. فَدَعَا بِمَاءٍ فَرَشَّهُ. قالت: ودخلتُ عليه بابن لي. قد أعلقتُ عليه من العُذرة. فقال«عَلامَهْ تَذْغَرْنَ أولادكن بهذا العِلاق؟ عليكن بهذا العود الهندي. فإن فيه سبعة أشفية. منها ذات الجنب. يُسْعَط من العذرة، ويُلَدُّ من ذات الجنب

“Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya Attamimiy dan Abu Bakar bin Abi Syaibah dan ‘Amru Annaqid dan Zuhair bin Harb dan Ibnu Abi Umar, dan lafadz ini miliknya Zuhair, Yahya berkata: telah mengabarkan kepada kami, sedangkan yang lainnya berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Azzuhriy dari Ubaidillah bin Abdillah dari Ummi Qais binti Mihshan, saudari Ukkasyah bin Mihshan, Ummu qais berkata, aku bersama anakku menemui Rosulullah saw, pada waktu itu anakku belum bisa memakan makanan, tiba-tiba anakku kencing dipangkuan Rosulullah, lalu beliau menyuruh mengambil air dan memercikannya, Ummu Qais berkata, dan aku juga pernah menemui beliau bersama anakku yang aku tekan tenggorokannya untuk menghilangkan sakit amandelnya, lalu beliau bersabda, mengapa kamu tekan kerongkongan anakmu seperti itu? gunakanlah kayu gaharu India, karena padanya terdapat tujuh macam obat, diantaranya adalah obat sakit lambung, su’ut (mengobati lewat hidung) adalah dipergunakan untuk penyakit amandel, dan ladud (mengobati dari pinggir mulut orang yang sakit) adalah dipergunakan untuk penyakit lambung

8) Al-Majmu’ Syarh Muhadzdzab juz 5, halaman 160 (#ath thohirooh)
Keutamaan Membakar Dupa 

Membakar dupa saat majlis dzikir, atau majlis pengajian itu sudah di contohkan oleh imam malik RA, seperti yang di jelaskan dalam biografi imam malik yang di tulis di belakang kitab tanwirul hawalik syarah muwattho’ malik imam suyuti. Juz 3 no 166

Mutrif berkata: “Apabila orang orang mendatangi kediaman imam malik, maka mereka di sambut oleh pelayan wanita beliau yang masih kecil lalu berkata kepada mereka,

“Imam Malik bertanya apakah anda semua mau bertanya tentang hadits atau masalah keagamaan?”

Jika mereka berkata, “Masalah keagamaan” maka, imam malik kemudian keluar kamar dan berfatwa.

Jika mereka berkata, “Hadits” maka beliau mempersilahkan mereka untuk duduk, kemudian beliau masuk kedalam kamar mandi, lalu mandi, dan memakai minyak wangi, kemudian memakai pakaian yang bagus, dan memakai sorban.
Dan di atas beliau memakai selendang panjang di atas kepalanya, kemudian di hadapan beliau di letakkan mimbar, dan setelah itu beliau keluar menemui mereka dengan khusyu’ lalu di bakarlah dupa hingga selesai dari menyampaikan hadits Rosululloh SAW.

“Membakar dupa atau kemenyan ketika berdzikir pada Allah dan sebagainya seperti membaca al-Qur’an atau di majlis-majlis ilmu, mempunyai dasar dalil dari al-Hadits yaitu dilihat dari sudut pandang bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad Saw menyukai bau wangi dan menyukai minyak wangi dan beliau pun sering memakainya .”
(Bulghat ath-Thullab halaman 53-54).

“Sahabat-sahabat kita (dari Imam Syafi’i) berkata: ‘Sesungguhnya disunnahkan membakar dupa di dekat mayyit karena terkadang ada sesuatu yang muncul maka bau kemenyan tersebut bisa mengalahkan/ menghalanginya’.”

9) Hadis Riwayat Muslim 2254 (sumber Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan)

Soalan:

Apa pandangan tuan penggunaan kemenyan dalam majlis doa selamat atau tahlil?

Jawapan:

Menurut Kamus Dewan Edisi Keempat, ‘kemenyan’ itu bererti: “Dupa atau getah drpd sj tumbuhan (Styrax benzoin) yg harum baunya apabila di­bakar, luban jawi; jenis-jenisnya.” Manakala menurut Kamus Besar Arab-Melayu Dewan, ‘البُخُورُ’ bermaksud bau yang dikeluarkan daripada kayu gaharu dan ayat ‘تَبَخَّرَ بِالبُخُورِ ‘ bermaksud mengasapi. Perkataan ‘اجتَمَرَ’ pula bermaksud mewangikan diri dengan kemenyan.

Hukumnya adalah harus, boleh jadi digalakkan bagi tujuan berwangian. Daripada Nafi’ RA, dia berkata:

كَانَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا اسْتَجْمَرَ اسْتَجْمَرَ بِالْأَلُوَّةِ، غَيْرَ مُطَرَّاةٍ وَبِكَافُورٍ، يَطْرَحُهُ مَعَ الْأَلُوَّةِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا كَانَ يَسْتَجْمِرُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Maksudnya: Ibnu Umar apabila ingin berwangi maka dia akan berwangi dengan kemenyan, tanpa mencampurkan dengan bahan lain, atau berwangi dengan kafur, atau mencampurkan kafur dan kemenyan. Dia berkata: “Beginilah Rasulullah SAW berwangi.”

Kesimpulannya boleh digunakan kemenyan sebagai pewangi dalam majlis doa selamat atau majlis tahlil tanpa diikat dengan apa-apa kepercayaan dan khurafat yang bertentangan dengan panduan al-Quran dan al-Sunnah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here