Jenis Pupuk Organik Terbaik untuk Kebun

  • Whatsapp
banner 468x60

Pupuk organik adalah salah satu jenis pupuk yang berguna untuk menutrisi tanah dan tumbuhan yang biasanya diolah dari sumber hewani dan nabati, sebagian atau seluruhnya.

Jenisnya dapat berbentuk padat ataupun cair dan memiliki fungsi untuk memperbaiki kualitas fisik, kimia dan biologis pada tanah.

Banyak orang yang lebih memilih pupuk organik dari pada pupuk non-organik karena selain lebih bermanfaat, pupuk organik juga terbukti lebih aman bagi manusia dan tumbuhan.

Berikut ini jenis yang sering digunakan dalam pertanian.

7 Rekomendasi Pupuk Organik Terbaik

1. Pupuk Kandang

pupuk organik

Pupuk kandang adalah jenis pupuk organik yang paling sering digunakan karena mudah didapatkan dan murah.

Sumber pupuk kandang adalah kotoran hewan ternak atau pun unggas seperti sapi, kambing, domba, ayam, dan babi.

Pupuk dari kotoran hewan ini efektif untuk menyuburkan tanah dan tumbuhan karena mengandung banyak unsur hara makro seperti fosfor, nitrogen, dan kalium.

Selain itu, ada juga unsur mikro dari kotoran hewan seperti magnesium, belerang, kalsium, besi, natrium, molibdenum, dan tembaga.

Ada dua jenis pupuk kandang yang biasa digunakan:

  • Pupuk dingin yang berasal dari kotoran hewan yang diurai oleh mikroorganisme secara perlahan dan tidak menimbulkan panas. Contohnya pupuk dari kotoran babi, kerbau dan sapi.
  • Pupuk panas sebaliknya dari pupuk dingin adalah pupuk yang menimbulkan panas karena diuraikan oleh mikroorganisme secara cepat. Contohnya pupuk dari kotoran ayam, kambing dan kuda.

2. Pupuk Kompos

pupuk organik

Pupuk kompos merupakan pupuk yang diuraikan lewat proses biologis dengan melibatkan bantuan mikroorganisme dan makroorganisme.

Elemen dekomposer berupa mikroorganisme misalnya jamur, bakteri atau pun kapang.

Sedangkan elemen dekomposer makroorganisme biasanya menggunakan cacing tanah.

Sumber pupuk kompos biasanya dari tumbuhan, hewan, atau bisa juga dari limbah organik.

Banyak sekali manfaat dari pupuk kompos ini, di antaranya:

  • Memperkuat zat hara pada tanah berpasir
  • Elemen untuk memperbaiki struktur tanah
  • Memperbaiki drainase dan pori-pori tanah
  • Menambah daya tahan dan daya serap air pada tanah
  • Mengaktifkan unsur hara dalam tanah

Baca juga:

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Rumah Tangga

3. Pupuk Hijau

pupuk organik

Bahan utama pupuk hijau adalah tanaman yang dimanfaatkan sebagian atau seluruh bagiannya.

Sebagian orang memanfaatkan tanaman sisa panen sebagai pupuk hijau, namun…

…Ada juga yang sengaja menanam dari awal untuk dimanfaatkan sebagai pupuk hijau.

Banyak jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pupuk hijau.

Jenis pupuk hijau yang paling sering dijadikan bahan pupuk hijau adalah tanaman ki hujan, kacang-kacangan (leguminosa), dan pakis air (azola).

Pupuk hijau sangat efektif untuk meningkatkan unsur organik dan unsur hara dalam tanah, sehingga akan lebih meningkatkan kualitas dan produktivitas tanah.

4. Pupuk Organik Hayati

pupuk organik

Pupuk hayati organik (biofertilizer) bekerja dengan memanfaatkan organisme hidup.

Fungsi dari pupuk organik ini ialah untuk meningkatkan kesuburan dan memproduksi nutrisi bagi tanah dan tanaman.

Meskipun berdasarkan elemen pembentuknya pupuk hayati tidak termasuk golongan organik, namun banyak orang yang menganggap pupuk hayati sebagai pupuk organik.

Pupuk hayati organik berguna untuk:

  • Menambah zat hara bagi tanaman
  • Memperbaiki kondisi tanah
  • Mengurai sisa-sisa zat organik
  • Memangkas pertumbuhan parasit bagi tanaman.

5. Humus

pupuk organik

Humus pada umumnya adalah istilah untuk menjelaskan salah satu jenis tanah yang memiliki kualitas unggul untuk tanaman.

Padahal, humus adalah unsur organik yang diakibatkan dari proses dekomposisi atau pembusukan yang terjadi pada dedaunan atau pun rerantingan.

Selain dedaunan dan rerantingan, humus juga bisa bersumber dari dekomposisi limbah pertanian, peternakan, makanan, kayu, atau pun limbah rumah tangga.

Seperti dikutip dari ilmubudaya, banyak sekali manfaat dari humus baik untuk tanah ataupun tanaman, di antaranya:

  • Pupuk tanaman
  • Pengikat unsur hara makro dan mikro tanah
  • Sumber energi bagi mikroorganisme dalam tanah
  • Menjaga kandungan air dalam tanah
  • Mempercepat penghancuran senyawa beracun dalam tanah

6. Pupuk Seresah

Pupuk seresah adalah pupuk yang berasal dari limbah atau komponen tanaman yang tak lagi berguna, misalnya jerami kering, bonggol jagung, serta rumput aritan.

Nama lain pupuk seresah adalah pupuk penutup tanah karena penggunaannya bisa secara langsung ditutupkan di atas permukaan tanah atau tanaman (mulsa).

Beberapa manfaat pupuk seresah ini di antaranya:

  • Menjaga kelembapan tanah dan mengurangi penguapan.
  • Mencegah erosi pada tanah di sekitarnya.
  • Menjaga kandungan unsur hara dalam tanah.
  • Menjaga tekstur tanah tetap baik.
  • Mencegah penyakit pada tanaman akibat air hujan.
  • Membantu menyuburkan tanah lewat kegiatan jasad renik.

7. Pupuk Organik Cair

Tak hanya berbentuk padat, pupuk organik pun banyak yang berbentuk cair dan pemanfaatannya pun jauh lebih mudah.

Banyak orang yang lebih memilih pupuk cair dari pada pupuk padat karena pupuk organik cair jauh lebih praktis dari segi proses serta penggunaannya.

Meskipun demikian, bahan baku pupuk cair kebanyakan tetap berasal dari pupuk padat namun telah ditambahi dengan proses perendaman.

Setelah melewati proses perendaman dan beberapa proses lainnya, air rendaman pun sudah bisa diolah dan digunakan sebagai pupuk organik cair.

 

Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa. Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan, dan wujudnya.

Dewasa ini, teknologi pupuk organik berkembang pesat. Perkembangan ini tak lepas dari dampak pemakaian pupuk kimia yang menimbulkan berbagai masalah, mulai dari rusaknya ekosistem, hilangnya kesuburan tanah, masalah kesehatan, hingga masalah ketergantungan petani terhadap pupuk.

Secara umum, pupuk organik dibedakan berdasarkan bentuk dan bahan penyusunnya. Dilihat dari segi bentuk, terdapat pupuk organik cair dan padat. Sementara, dari bahan penyusunnya, ada pupuk hijau, pupuk kandang, dan pupuk kompos. Berikut ini informasi selengkapnya mengenai jenis-jenis pupuk organik yang perlu Anda ketahui.

1. Pupuk hijau

Pupuk hijau berasal dari pelapukan tanaman, baik tanaman sisa panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. Tanaman yang biasa digunakan untuk pupuk hijau di antaranya dari jenis leguminosa (kacang-kacangan) dan tanaman air (azola). Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki kandungan hara, khususnya nitrogen yang tinggi serta cepat terurai dalam tanah.

Di saat-saat tertentu, tanaman pagar dipangkas untuk diambil hijauannya. Hijauan dari tanaman leguminosa bisa langsung diaplikasikan pada tanah sebagai pupuk. Sementara itu, di lahan sawah para petani biasa menggunakan azola sebagai pupuk hijau.

Azola merupakan tanaman pakis air yang banyak tumbuh secara liar di sawah. Tanaman ini hidup di lahan yang banyak mengandung air. Azola bisa langsung digunakan sebagai pupuk dengan cara dibenamkan ke dalam tanah pada saat pengolahan lahan.

2. Pupuk kandang

Pupuk kandang berasal dari kotoran hewan seperti unggas, sapi, kerbau, dan kambing. Pupuk kandang banyak dipakai sebagai pupuk dasar tanaman karena ketersediaannya yang melimpah dan proses pembuatannya gampang.

Pupuk kandang tidak memerlukan proses pembuatan yang panjang seperti kompos. Kotoran hewan cukup didiamkan sampai keadaannya kering dan matang sebelum diaplikasikan ke lahan.

3. Pupuk kompos

Pupuk kompos dihasilkan dari pelapukan bahan organik melalui proses biologis dengan bantuan organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Mikroorganisme dekomposer bisa berupa bakteri, jamur, atau kapang. Sementara, makroorganisme dekomposer yang paling populer adalah cacing tanah.

Dewasa ini teknologi pengomposan sudah berkembang pesat. Berbagai varian dekomposer beserta metode pembuatannya banyak ditemukan. Dengan begitu, pupuk kompos yang dihasilkan banyak ragamnya, misalnya pupuk bokashi, vermikompos, pupuk organik cair, dan pupuk organik tablet.

4. Pupuk hayati organik

Pupuk hayati terdiri atas organisme hidup yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan nutrisi penting bagi tanaman. Dalam Peraturan Menteri Pertanian, pupuk hayati tidak digolongkan sebagai pupuk organik, tetapi sebagai pembenah tanah. Namun, dalam penerapannya di lapangan, seringkali dianggap sebagai pupuk organik.

Pupuk hayati secara alami menyediakan nutrisi melalui proses gradual dengan cara memfikasi unsur N dari atmosfer, melarutkan fosfor, dan mensintesis zat-zat lain yang dibutuhkan tanaman. Jadi, dengan pupuk hayati siklus penyuburan tanah akan berlangsung terus-menerus dan berkelanjutan.

banner 300x250
  • Whatsapp

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *