Prediksi Skeptis Kasus Ahok

Apa yang terjadi belakangan ini sudah menjadi persoalan bangsa. Karena isunya sangat sensitif hingga melibatkan banyak pihak.

Soal demo dan pengerahan massa adalah murni reaksi dari ketidakpuasan terhadap Negara. Negara telah melindungi kepentingan individu dan menafikan kepentingan umum.

Soal penyelesaian kasus hukum diprediksi tidak memuaskan banyak pihak. Jika melihat runtutan peristiwa, meskipun ada Proses hukum/Pengadilan, hasil sidang tidak akan banyak berubah. Kesimpulan akhir Basuki Tjahaya Purnama tidak bersalah.

Mengapa kesimpulan saya sangat skeptis? Ada beberapa hal yang menjadi dasarnya.

Pertama, Ahok memiliki kekuatan politik dan Media yang cukup dominan di negeri ini. Kita tahu, framing media mainstream sangat provokatif menyuarakan ahok tidak bersalah.

Kedua, dari sisi bahasa yang katanya sejumlah ahli bahasa, termasuk pendapat Buya Syafii Maarif, Al Maidah 51 bukan objek. Tapi Objeknya adalah orang yang memakainya.

Padahal jika dicermati lebih jauh. Jelas Al Maidah di bawa ke dalam objek. Karna Ahok mencatut Al Maidah sebagai Alat oleh oknum untuk membohongi. Padahal, asumsi Alat adalah benda/objek yang dipakai. Maka dalam hal ini jelas ia menghina Al Quran karena dianggap sebagai alat untuk membohongi.

Ketiga, Presiden sangat kentara melindungi Ahok. Diawali dengan pertemuan Ahok dan Presiden di Istana sebelum Ahok diperiksa Bareskrim. Lanjut ketika Presiden tidak berNiat menemui massa aksi. Presiden lebih memilih kunjungan keluar Jakarta. Dan yang lucu, presiden berpidato dengan menyalahkan massa yang rusuh. Dengan alasan ada aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Hal yang sama akan kembali kita alami dimasa mendatang. Sebelumnya soal Reklamasi Teluk Jakarta, sekarang soal Penistaan Agama. Keduanya akan jadi angin lalu. Sama seperti Kasus Munir atau Bank Century di masa SBY.

Kasus-kasus yang termasuk dalam lingkaran kekuasaan sudah bisa dipastikan berakhir dengan jalan ditempat. Apalagi kasus penistaan Agama Islam kali ini. Tapi, Berdoa saja untuk kasus Ahok bisa terjadi sebaliknya. Amin.

Oleh Kalbar Zulkarnaen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here