Samsung, Oppo, Asus, Kuasai Pasar Smartphone Indonesia

Produsen ponsel pintar asing tercatat masih menguasai pasar ponsel pintar (smartphone) di Indonesia yang kini ditempati Samsung di peringkat pertama lalu Oppo dan Asus di belakangnya, menurut data IDC Indonesia pada kuartal kedua 2016.

Menurut IDC, Samsung masih menguasai 26 persen pasar smartphone Indonesia pada kuartal kedua 2016. Oppo berada di peringkat kedua dengan 19 persen dan Asus 9 persen.

Senior Market Analyst, Client Devices IDC Indonesia, Reza Haryo mengatakan, sukses Samsung dan Oppo ini dicapai berkat kampanye pemasaran mereka yang agresif di saluran penjualan trandisional maupun ritel modern.

Merek lokal Advan, berada di peringkat keempat dengan pangsa pasar sebesar 8 persen, dan Lenovo harus puas di peringkat kelima dengan 6 persen.

IDC mencatat jumlah pengiriman smartphone di Indonesia mengalami pertumbuhan moderat sebesar 3,3 persen dari tahun ke tahun (YoY) dan tumbuh 22 persen dari kuartal ke kuartal (QoQ).

Jumlah smartphone berteknologi 4G mendominasi pengiriman pada kuartal kedua 2016, mencapai 58 persen dari total pengiriman. Angka ini tumbuh 37,2 persen QoQ seiring ekspansi operator seluler Indonesia yang agresif membangun infrastruktur 4G LTE.

Vendor lokal seperti Advan dan Smartfren berusaha memenuhi permintaan produk 4G di lini produk mereka, yang harganya dijual mulai US$50.

Pertumbuhan pengiriman smartphone pada kuartal kedua 2016 salah satunya didorong oleh momen Ramadan dan Lebaran ketika para vendor meningkatkan pasokannya untuk memenuhi permintaan yang tinggi.

Permintaan kuat atas smartphone berspesifikasi tinggi telah terjadi di kota seperti Denpasar dan Makassar dengan target perangkat di harga US$100 sampai US$150. Para vendor pun memperbanyak kegiatan pemasaran mereka di kota tersebut, walaupun fokus utamanya tetap berada di Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung, dan Semarang.

Layar Besar dan Kamera Berkualitas

Secara umum Reza berkata konsumen saat ini mempertimbangkan dua hal ketika membeli perangkat baru yang dipercaya bisa meningkatkan gaya hidup mereka, yaitu ponsel dengan ukuran layar besar atau phablet dan kamera dengan kualitas baik.

IDC mengatakan konsumen hendak memanfaatkan perangkat mereka untuk kegiatan hiburan, memakai aplikasi pesan sosial untuk komunikasi, streaming video, dan game.

“Perangkat phablet mengalami pertumbuhan 42,09 persen QoQ dan penjualan smartphone yang memiliki kamera belakangan 8 megapixel sampai 13 megapixel tumbuh 41,87 persen QoQ,” kata Reza dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com.

IDC sendiri mengkategorikan perangkat phablet sebagai perangkat dengan ukuran layar 5,5 inci sampai 7 inci.

Selanjutnya, IDC memperkirakan, para vendor akan mendorong penjualan mereka masing-masing dari smartphone 4G harga terjangkau di sekitar US$50 sampai US$150. Sejumlah vendor juga akan menambahkan aplikasi lokal sebagai daya tarik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here