ANTIBIOTIK ALAMI CACING TANAH : Pengobatan Pullorum (Berak Kapur) pada Ayam, Bebek, Puyuh

0
1658

Gejala berak putih umumnya merupakan indikasi penyakit pullorum atau gumboro. Namun artikel ini lebih dikhususkan untuk pembahasan masalah pullorum atau berak putih. Pullorum disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum yang dapat ditularkan dari induk melalui telur.

Komunitas bakteri (komensal dan patogen) didalam saluran pencernaan akan berinteraksi intra komunitas bakteri dengan inang melalui jaringan dari organ pencernaan ayam. Bakteri patogen seperti Salmonella typhimurium. dan Escherichia coli. akan bersaing dalam memperoleh nutrisi dengan bakteri komensal yang ada dalam saluran pencernaan ayam. Selain itu bakteri patogen dapat menghasilkan produk metabolit yang berbahaya bagi inang. Hal ini dapat mengakibatkan pertumbuhan ternak terganggu dan meningkatkan peluang terjadinya penyakit.

Penyakit pullorum identik dengan berak kapur dan sering menyerang pada anak ayam. Kematian mencapai 80% dan puncak kematian pada umur 2-3 minggu setelah menetas. Ayam akan terlihat mengantuk, lemah, nafsu makan hilang dan ayam terlihat bergerombol di suatu tempat.

Ayam mengeluarkan kotoran berwarna putih menyerupai kapur (pasta) dan terkadang menempel pada dubur ayam. Pada perubahan bedah bangkai akan terlihat hati berwarna kuning dan keras karena pembengkakan. Pada saluran pencernaan tampak bintik-bintik putih terutama pada mesenterium (penggantung usus) dan otot ventrikulus serta sekum atau usus buntu penuh dengan massa berbentuk keju.

PENULARAN :Carrier bakteri ini berasal dari inang yang ditinggali pada saluran empedu, kemih dan usus unggas. Penyebarannya dapat melaui kotoran, lantai kandang, peralatan dan air minum yang tercemar bakteri Salmonella typhimurium.

PENCEGAHAN :
– pemberian antibiotik alami pada bibit unggas sejak umur 2 hari untuk membasmi bakteri yang berasal dari induk
– desinfeksi kandang secara rutin untuk pembasmian mikroorganisme patogen setiap bulan dan penyemprotan kandang dengan MIKROBA FERMENTASI pada lantai kandang untuk mendominasi bakteri positif pada kandang bisa dilakukan setiap minggu.
– penguatan imunitas unggas sejak masa bibit dengan pemberian HERBAVIT PLUS atau ProHerbal Plus MB Probiotik Broiler.

PENGOBATAN :
– desinfeksi secara menyeluruh bagian kandang, peralatan, dan air minum.
– pemberian antibiotik alami seperti cacing tanah akan menekan bakteri patogen.
– pemberian multivitamin organik yang terdapat pada HERBAVIT PLUS atau ProHerbal Plus MB Probiotik Broiler untuk mempercepat proses penyembuhan dan menguatkan imunitas.
– pemberian jus mengkudu, juga terdapat pada HERBAVIT PLUS atau ProHerbal Plus MB Probiotik Broiler, berfungsi sebagai analgesik (penghilang rasa sakit) sehingga unggas tidak mengalami kesakitan dan stress akibat penyakit.

 

CACING TANAH SEBAGAI ANTIBIOTIK ALAMI DAN PEMACU PERTUMBUHAN (AGP’s)

Secara alamiah cacing tanah mempunyai bahan aktif antimikroba berupa peptida atau protein yang berperan sebagai pertahanan utama terhadap mikroba tanah. Annelida mengembangkan sistem kekebalan seluler terhadap patogen meliputi fagositosis, enkapsulasi, dan sitotoksitas. Rahimi dan Kahksetidi, mengatakan bahwa tidak ada pengaruh antibiotik terhadap jumlah sel leukosit dan limfosit dalam darah kecuali ayam dalam keadaan infeksi.

Absorbsi zat makanan dipengaruhi tebal dan tipisnya mukosa usus, semakin banyak zat makanan terabsorbsi semakin baik pertumbuhan ternak tersebut. Absorbsi zat makanan yang baik dapat mengefisiensikan penggunaan ransum sehingga menurunkan konversi ransum. Penggunaan antibiotik kadar rendah dalam pakan ternyata dapat menipiskan mukosa usus dan meningkatkan efisiensi pakan. Hal ini menggambarkan bahwa kandungan lumbricine dalam tepung cacing tanah mampu berperan sebagai antibakteri. Anti-bakteri kadar rendah dapat bermanfaat sebagai pemacu pertumbuhan (growth promoters) dalam tubuh ternak. Mekanisme kerja dari antibiotics growth promoters (AGP’s) diantaranya adalah bahwa antibiotik dapat membantu memproteksi makanan dari destruksi bakteri, antibiotik membantu meningkatkan absorpsi nutrisi karena dapat membuat barier di dinding usus, antibiotik dapat menurunkan produksi toksin dari bakteri saluran pencernaan dan menurunkan kejadian infeksi saluran pencernaan subklinik. Antibiotik dapat meningkatkan performa vili usus, akibatnya efisiensi pakan meningkat karena tingginya absorbsi makanan dalam usus. Sesuai dengan penelitian Wiyana dan Indrawani bahwa pemberian antibiotik dengan level berbeda dapat menurunkan konversi pakan dibandingkan dengan ayam yang tidak diberikan antibiotik.

CARA PEMBUATAN TEPUNG CACING TANAH (TCT)
Tepung cacing tanah dibuat dengan metode yang dimodifikasi dari EDWARDS dan MIHARA :
Cacing tanah dibersihkan dari media tumbuhnya dan kotoran lain yang menempel, kemudian dicuci dengan air mengalir. Cacing yang telah bersih disimpan dalam lemari pendingin pada suhu + 4 0C selama + 12 jam.
Selanjutnya cacing tanah dicampur dengan larutan asam format (80%) sebanyak 3 ml per 100 g bobot cacing dan dihaluskan hingga menjadi pasta. Pasta kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 50 – 70 0C selama 4-6 jam. Setelah kering digiling dengan ukuran partikel ± 40 mesh.

Penggunaan tepung cacing tanah sebagai aditif sampai level 1,5% pada pakan ayam broiler dapat memperbaiki performa ayam, mampu memperbaiki kesehatan ternak dilihat dari profil darah dan meningkatkan kecernaan protein. Berdasarkan kandungan lumbricine yang diduga sebagai anti-bakteri maka tepung cacing tanah (TCT) berpotensi digunakan sebagai bahan aditif pemacu pertumbuhan (growth promoters) dalam pakan sampai level 1,5% total ransum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here