Bahaya Residu Antibiotika dalam Produk Pangan Asal Daging Ayam

0
1442

Antibiotik merupakan suatu senyawa kimia yang digunakan dengan tujuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen yang ada dalam tubuh ternak. Selain itu, penggunaan antibitoik juga dapat membantu proses metabolisme yang ada dalam tubuh, sehingga sari-sari makanan dapat terserap dan difungsikan dengan baik. Oleh karena itu, tak jarang saat ini selain digunakan sebagai pengobatan, antibiotik juga ditambahkan dalam pakan ternak dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan ternak, khususnya ayam.

Keberadaan antibiotik ditengah-tengah masyarakat peternak sudah tidak diragukan lagi, hampir semua produk pakan yang diberikan ke ayam mengandung antibiotik. Dengan mengkonsumsi pakan yang diberi tambahan antibiotik, pertumbuhan mikroorganisme patogen terutama pada saluran pecernaan ayam akan terhambat dan tentu saja akan berpengaruh pada tingkat pertumbuhan ayam yang meningkat. Tentu saja keadaan yang seperti ini dapat menguntungkan peternak karena ayamnya gemuk dan konsumen pun senang.

Akan tetapi, penggunaan antibiotik dapat berakibat buruk dikarenakan dapat menyebabkan adanya residu antibiotik dalam daging. Bahaya residu dapat menjadi permasalahan yang serius, apalagi jika masuk ke dalam tubuh konsumen (manusia). Residu antibiotik sendiri dapat memberikan efek karsinogenik dan dalam jangka panjang dapat berakibat fatal.

Kesadaran sedini mungkin akan bahaya residu antibiotik dalam produk pangan asal ternak dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi resiko konsumen terpapar residu dalam produk pangan yang telah dikonsumsi. Tak hanya pemerintah yang harus terjun memberantas permasalahan klasik yang makin menjamur di masyarakat dewasa ini. Tapi, segenap masyarakat umum sebagai konsumen, peternak dan produsen pakan ternak juga turut bertanggung jawab untuk menanggulangi pencemaran residu antibiotik dalam produk pangan asal ternak, khususnya ayam.

Sedikit demi sedikit kita dapat memulai untuk menekan kadar antibiotik dalam pakan.  Peternak-peternak ayam pun dapat mulai membenahi sistem manajemen pakan dan kandang untuk meminimalisir terjadinya infeksi mikroorganisme sehingga tidak perlu membutuhkan tambahan antibiotik. Manajemen penggunaan antibiotik yang tepat juga dapat mengurangi resiko terdapatnya residu antibiotik dalam produk pangan.

Kita semua adalah calon dokter hewan dimasa depan, dengan menyadari bahaya residu sedini mungkin diharapkan pikiran-pikiran brilian dapat muncul dengan segera dan satu bencana besar dapat segera diselesaikan. Indonesia tak hanya milik segelintir orang, Indonesia milik seluruh element masyarakat Indonesia. Adanya kerjasama yang baik antar element akan semakin mudah dalam muwujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera.

(Hasil kajian PC IMAKAHI UGM dalam rangka memperingati World Veterinary Day 2012 oleh Putu Cri D.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here