Budayawan Jember Ayu Sutarto

0
325

Prof. Dr. Ayu Sutarto, MA. (lahir di Pacitan, 21 September 1949 – meninggal di Jember, 1 Maret 2016) merupakan budayawan dan juga guru besar Fakultas Sastra Universitas Jember. Suami dari Suprapti dan ayah dari empat orang anak – Rah Pandanwangi, Rah Lintang Sekarlangit, Ken Shakuntala Janur Rahita, dan Ken Melati Mundingsari, ini mulai menjadi dosen di Fakultas Sastra Universitas Jember sejak tahun 1975. Dosen yang juga alumni Fakultas Sastra Unej ini mengambil gelar masternya di Universitas Indonesia pada tahun 1986 dengan memilih Kajian Wilayah Amerika, kemudian tahun 1997 Ayu menyelesaikan program doktornya di universitas yang sama dalam bidang kajian sastra lisan (Folklor lisan) dengan predikat cumlaude. Sebelumnya, pada tahun 1993 Ayu mendapatkan beasiswa ILDEP untuk melakukan riset di Universitas Leiden Netherland[2]. Di Netherland Ayu juga menjadi seorang pengajar bahasa jawa bagi orang-orang Suriname yang menetap disana.

Pendiri yayasan rumah belajar Untukmu Si Kecil ini telah beberapa kali menerbitkan tulisannya diantaranya:

  • The Legends of Madura (1985)
  • Queen Kilisuci, the Story of Reog (1986)
  • Memperkaya Kosa Kata Bahasa Inggris Bisnis (Sebuah Adaptasi dari Build Your Business Vocabulary by John Flower) (1994)
  • Efektif dan Efesien dalam Rapat Berbahasa Inggris (Sebuah adaptasi dari Language of Meeting by Malcolm Goodale) (1995)
  • Legenda Ksada dan Karo Orang Tengger Lumajang (1997)
  • Di Balik Mitos Gunung Bromo (2001)
  • Menjinakkan Globlalisasi (2002)
  • Menguak Pergumulan antara Seni, Politik, Islam, dan Indonesia (2004)
  • Menjadi NU Menjadi Indonesia (2006)
  • Saya Orang Tengger Saya Punya Agama (2007)
  • Pemetaan Kebudayaan di Provinsi Jawa Timur: Sebuah Upaya Pencarian Nilai-Nilai Positif (2008)
  • Kamus Budaya dan Religi Tengger (2008)
  • Mulut Bersambut: Sastra Lisan dan Folklor Lisan Sebagai Instrument Politik pada Era Soekarno dan Soeharto (2009)
  • Adinda, Kulihat Beribu-ribu Cahaya di Matamu (2009)
  • Perjalanan Hati Seorang Lelaki (2009)
  • Kamus Budaya dan Religi Using (2010)
  • Indonesia di Mata Seorang Kiai NU (2010)
  • Hitam Kopinya Putih Khasiatnya (2013)
  • Di Sini Aku Berburu Tuhan Di Sana Engkau Berburu Kerinduan (2013)
  • Hari Yang Menyapa (Dari Renungan ke Renungan) (2013)

Ayu juga acapkali menjadi delegasi Indonesia di pelbagai macam acara kebudayaan di tingkat internasional diantaranya:

  • Delegasi Indonesia dalam Sidang ASEAN COCI on Publication on ASEAN Traditional Festivals di Hanoi, Vietnam (1998 dan 2000)
  • Delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera dan Seminar Antarabangsa Kesustraan Asia Tenggara di Kuala Lumpur, Malaysia (2001, 2007, dan 2009)
  • Delegasi Indonesia dalam Prepatory Meeting the ASEAN Cultural Heritage Documentaries (Phase III) Water: A Unifying Force in ASEAN di Manila, Philippines (2007)
  • Delegasi Indonesia dalam Sidang ke-13 dan Seminar Majlis Sastera Asia Tenggara (Mastera) di Jakarta (2008)
  • Delegasi Indonesia dalam The Third ASEM Culture Ministers Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia (2008)
  • Delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera ke-14 di Brunei Darussalam (2008)
  • Delegasi Indonesia dalam “Humour in ASEAN” International Conference di Thailand (2010)
  • Delegasi Indonesia dalam Seminar, Bengkel, dan Festival Pantun MASTERA di Brunei Darussalam (2010)

Beberapa penghargaan yang sempat diperoleh Ayu semasa hidupnya diantaranya:

  • Juara pertama dalam pemilihan naskah bidang humaniora yang diselenggarakan oleh PT Balai Pustaka Jakarta (naskahnya berupa hasil penelitian tentang orang tengger) 1997
  • Penghargaan SatyaLencana Karya Satya 20 tahun pada 1999
  • Anugerah Seni dari Gubernur Jawa Timur 2004
  • Dosen Berprestasi Peringkat Pertama Universitas Jember 2004
  • Dosen Berprestasi Tingkat Nasional 2004
  • Award PWI Cabang Jember 2007
  • Anugerah Kebudayaan Indonesia kategori Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya 2013 Penghargaan perintis Jember Bangkit dari Bupati Jember 2016[4]

Ayu meninggal dunia di RS Jember Klinik pada 1 Maret 2016 dalam usia 66 tahun setelah berjuang melawan penyakitnya sejak 13 Desember 2015.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here