Doa Bersama Bukti Tokoh Agama Bersatu

60

Akibat peledakan bom dibeberapa lokasi di Surabaya bisa mengakibatkan kegaduhan dan keributan. Dalam mensikapi hal tersebut, Tokoh Lintas Agama di Kabupaten Jember mengadakan kegiatan doa bersama di Pendopo Wahya Wibawa Graha. Hadir dalam acara tersebut Jajaran Forum Pimpinan Daerah FORPIMDA Kabupaten Jember mulai dari camat, serta tokoh lintas Agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

Tokoh lintas Agama tersebut sepakat untuk tetap menjaga kerukunan demi tegaknya NKRI, terkhusus di Kabupaten Jember dan terlebih lagi di wilayah Indonesia.

Pada kata sambutannya, Drs. KH. A. Muqit Arief Wakil Bupati Jember menegaskan Terorisme merupakan aksi brutal diluar batas kemanusiaan. Karena itu, pengasuh pondok Pesantren Al-Falah Karangharjo Silo tersebut mengatakan bahwa terorisme tidak bisa ditoleransi, mengingat ledakan bom sangatlah mengganggu kedamaian dan keutuhan Bangsa Indonesia.

Sementara itu, kapolres Jember AKBP H.M. Kusworo Wibowo, SH, SIK, terkait kasus peledakan Bom telah melakukan aksi penggalangan tanda tangan, dikatakan oleh kusworo tidak sedikit warga Jember yang ikut terlibat penggalangan tanda tangan di depan Kantor Pemkab Jember.

Terkait merebaknya kasus peledakan bom tersebut, Kusworo telah melakukan berbagai langkah pengamanan, seperti meningkatan kewaspadaan dan kesiagaan di Mapolres JemberĀ  maupun di Seluruh POLSEK.

Tidak itu saja, Polres Jember bakal lebih meningkatkan pengamanan di tempat ibadah, agar mereka yang melakukan ibadah bisa lebih tenang tanpa muncul rasa ketakutan dengan adanya peledakan Bom.

Kusworo juga menambahkan agar mengaktifkan kembali wajib lapor 1 x 24 jam kepada siapapun yang bukan warga setempat.(win)