Jangan Anggap Mereka Sebagai Penjahat

155

Peringatan Isra Mi’raj yang diadakan oleh Pemkab Jember sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika selama ini peringatan hari besar Islam tersebut diadakaan di Aula Pemkab Jember dan dihadiri oleh pegawai Pemkab Jember, maka tahun ini Bagian Bina Mental Pemkab Jember menggelar acara tersebut di Lembaga Pemasarakatan ( LAPAS) Kelas IIA Jember.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. saat menghadiri Isro Mi’raj di Lapas Kelas II A Jember (foto. Jemberkab.go.id)

 

 

 

Acara Isra Mi’raj itu dihadiri oleh dr. Hj. Faida MMR Bupati Jember dan KH. Muqit Arief Wakil Bupati Jember dan menghadirkan penceramah KH. Hamid Hasbullah Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhar Tegal Besar Jember.

Dalam kesempatan tersebut Faida mengatakan Sengaja ada sedikit nuansa baru karena peringatan Isra Mi’raj tersbut diadakan di LAPAS. Hal ini untuk memberikan bekal kerohanian kepada penghuni LAPAS tersebut. Sementara itu Kepala Lapas Kelas IIA Jember Sarju Wibowo dalam kata sambutannya memberikan arahan kepada semua yang hadir di acara tersebut agar mereka warga binaan Lapas Kelas IIA tersebut tidak dianggap sebagai penjahat. namun ia berharap, mereka tetap diakui sebagai anggota masyarakat yang letah menempuh jalan sesat atau khilaf.

Sarju menambahkan, meski mereka mendekam di dalam Lapas karena tersandung permasalahan hukum, namun mereka tetap menjalankan Sholat 5 waktu. Hal itu dibenarkan oleh Sofyan salah seorang penghuni Lapas Kelas IIA Jember. Pemuda asal Jember Selatan tersebut, ia mengakui sejak dirinya berada di lembaga tersebut ada perubahan untuk mengerjakaan sholat 5 waktu secara rutin. Padahal sebelum tinggal di Kelas IIA Jember ini ia menceritakan jarang melakukan ibadah sholat dan bahkan tidak pernah. (win)