Jember Fashion Carnaval 2017, Pemerintah Bawa Semangat Indonesia Incorporated

316

Gelaran tahunan World Class Street Fashion Carnival oleh Jember Fashion Carnaval yang tahun ini memasuki tahun ke-16 kembali digelar di Jember – Kota karnaval fashion dunia. Dengan mengusung tema besar V I C T O R Y yang berisi 10 tema unik yang mempresentasikan perjalanan JFC dalam meraih prestasi di level Dunia dalam kategori National Costume yakni Srivijaya Empire, Bali, King of Papua, Mystical Toraja, Siger Crown Lampung, Borneo, Chronicle of Borobudur, Mythical Toraja, Worderful of Betawi dan Unity in Diversity.

Meski sudah digelar secara rutin, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tak mau tampil seadanya dalam menggelar Jember Fashion Carnaval (JFC) 2017 pada 9-13 Agustus tahun ini.

“Semangatnya harus Indonesia Incorporated. Bangsa Indonesia harus bersatu, menyinergikan kekuatan, memperkuat semua lini. Begitupun di Jember Fashion Carnaval, jika ingin bersaing di level global harus menyatukan langkah menuju satu cita-cita,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti, mengutip keterangan resminya, Sabtu (4/3).

Untuk menggarap JFC 2017, Esthy ingin mengemasnya dengan standar tingkat dunia, tidak lagi terkotak-kotak oleh birokrasi yang sempit. Jika dipetakan, daya tarik industri pariwisata Tanah Air bersumber pada 60% budaya, 35%  alam, dan 5% meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE). Festival ini, ungkapnya, secara tidak langsung juga bisa membangkitkan gairah MICE di Jember.

“Jika dihubungkan dengan airlines, Jember sudah sukses menjadi bandara perantara. Jumlah hotel baru sudah ada sekitar 35 unit. Selanjutnya, Jember perlu mengembangkan destinasi-destinasi lainnya karena dunia sudah mengenal JFC. Agustus selalu ramai sekali, lalu kembali sepi sehingga JFC perlu menyiasati untuk menjual paket-paket wisata lainnya,” jelasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik persiapan yang dilakukan tim pemasaran pariwisata nusantara Kemenpar. Baginya, hal itu perlu dilakukan lantaran cultural value Indonesia sudah terkenal hingga ke seluruh dunia.

“Kreasi kostum karnaval Indonesia memang bagus-bagus. Indonesia itu gudangnya. Dari Jember Carnaval, Banyuwangi Ethnob Carnaval, maupun Malang Carnival, nama-namanya sudah mendunia. Jadi persiapannya harus sungguh-sungguh,” ucap Menpar Arief Yahya.

Tiap perhelatan JFC selalu menyedot perhatian wisatawan asing. Bahkan para kontestan dengan wajah ceria dan penuh kreasi di catwalk jalanan kerap menjadi daya tarik media asing untuk meliput.

Pada 2014 saja, ada 3.073 media dan fotografer dalam dan luar negeri mendaftar untuk hadir dari seluruh dunia untuk meliput Jember Fashion Carnaval. “Yang pasti atmosfer festival ini tak kalah dengan Rio Carnival, Rio de Janeiro, Brazil dan Oktoberfest, di Munchen, Jerman,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here