Klaim Kopinya Terbaik, Bondowoso Deklarasikan Republik Kopi

0
316

Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mendeklarasikan Republik Kopi di kawasan Gunung Ijen, tepatnya di Kecamatan Sempol, Minggu, 22 Mei 2016. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bondowoso, Harry Patriantono, mengatakan Republik Kopi dideklarasikan oleh Bupati Bondowoso, Amin Said Husni.

Deklarasi Republik Kopi bersamaan dengan ajang Bondowoso Ijen Running Trail. Deklarasi Republik Kopi bertujuan memperkenalkan Bondowoso sebagai daerah  penghasil kopi berkualitas ekspor. Sebab, kata Harry, Bondowoso punya banyak perkebunan kopi. Diantaranya perkebunan kopi PTPN XII yang merupakan peninggalan Belanda.

Selain itu  terdapat pula cluster kopi yang dikelola oleh masyarakat dengan melibatkan sejumlah lembaga, antara lain Bank Indonesia, Pusat Penelitian Kopi Kakao Indonesia, Perhutani, Eksportir hingga asosiasi petani kopi. Perkebunan kopi ini berada di kawasan Gunung Ijen, Gunung Raung serta Pegunungan Hyang Argopuro yang sebagian kawasannya juga mencakup wilayah  Bondowoso.

Kopi Arabica menjadi andalan  Bondowoso untuk diekspor ke sejumlah negara  Eropa dan Amerika. Harry mengklaim kopi  Bondowoso  berkualitas tinggi. Kopi Arabica serta Blue Mountain, kata dia, juga menjadi andalan oleh-oleh  Bondowoso. “Boleh dikatakan kopi kami yang terbaik. Deklarasi ini juga untuk mempromosikan pariwisata Bondowoso, khususnya kawasan Gunung Ijen,” katanya, Sabtu, 21 Mei 2016.

Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia di Jawa Timur Bambang Sri mengatakan Kopi Bondowoso memiliki pangsa pasar sendiri dalam pasar kopi dunia. Produksi kopi jenis Arabica pada 2015 lalu sekitar 1.200 ton. Sedangkan  jenis Robusta sekitar 2.000 ton.

Luas lahan kopi di Bondowoso sekitar 7000 hektare. Dari total luas lahan tersebut Arabica menempati 2.000 hektare dan Robusta 5.000 hektare. Sebenarnya ada pengembangan seluas 1.0000 hektare lahan kopi yang baru dilakukan 2015 lalu.

Pada 2016 produksi kopi  Bondowoso diperkirakan mengalami penurunan akibat dampak erupsi Gunung Raung serta cuaca ektrem beberapa waktu lalu. Kendati terjadi penurunan produksi, petani kopi Bondowoso tetap akan mengekspor kopi jenis Arabica. Jumlah kopi yang akan diekspor tetap 700 ton seperti tahun-tahun sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here