Konsumen Perlu Dilindungi Saat Kredit Macet

0
188

Kredit macet kerap kali membawa kerugian bagi konsumen. Karena itu, Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia ( LPKNI ) Kabupaten Jember memiliki inisiatif untuk berbuat sesuatu kepada konsumen jika terjadi kredit macet. Menurut Mambaul Arif, SH. Ketua LPKNI Kabupaten Jember, jika terjadi kredit macet kerap kali konsumen dirugikan. Ia mencontohkan pada saat terjadi lelang aset milik konsumen, harga penawaran berada dibawah harga pasar.

Diakui oleh Arif, selama ini banyak laporan yang masuk kepada LPKNI Kabupaten Jember terkait kredit macet. Melihat hal tersebut Lembaga Konsumen Nasional Perlindungan Indonesia Kabupaten Jember menggelar Seminar Perlindungan Konsumen “Bebaskan Rakyat dari Hutang” di Hotel Aston Jember.

Seminar Perlindungan Konsumen “BEBASKAN RAKYAT DARI HUTANG”

 

Adapun peserta seminar tersebut meliputi pelaku usaha maupun koperasi berjumlah sekitar 90 orang, mereka tidak sekedar dari Kabupaten Jember, tetapi dari Banyuwangi, Situbondo, bahkan dari Kabupaten Ngawi. Dalam seminar tersebut, LPKNI Kabupeten Jember sengaja mengundang DISPERINGAD, BPK dam Polda Jawa Timur unit II, untuk memberikan pemaparan kepada seluruh peserta terkait masalah kredit macet.

Seminar itu sendiri diadakan sebagai bagian dari peringatan hari konsumen nasional. Diharapkan melalui seminar tersebut dalam hal ini konsumen bisa mendapatkan perlindungan hukum dari kredit macet yang selama ini cenderung merugikan konsumen.

sementara itu salah seorang panitia Seminar Pelindungan Konsumen, Agus pemilik dari F1 Digital Printing mengatakan bahwa sudah saatnya konsumen perlu mendapat perlindungan hukum manakala terjadi kredit macet. Karena itu Agus berpendapat bahwa pemerintah perlu bertindak agar kredit macet itu tidak merugikan konsumen dan hak konsumen tetap terlindungi. (win)