Kopi Bondowoso Bidik Pasar Internasional

0
366

Bupati Bondowoso Amin Said Husni di Bondowoso, Ahad (22/5), meluncurkan Program “Republik Kopi” sebagai bentuk penegasan bahwa pemerintah daerah setempat akan terus bertekad mengembangkan kopi untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

“Dengan diluncurkannya ‘Bondowoso Republik Kopi’, selain sebagai upaya mengembangkan perekonomian, juga sekaligus Kabupaten Bondowoso menjadi produsen kopi terbaik di Indonesia, serta menjadi kebanggaan Indonesia di pentas internasional,” kata Amin.

Ia mengemukakan kendati nama “Bondowoso Republik Kopi” tidak terlalu resmi, diharapkan nama tersebut dapat mudah diingat dan juga sekaligus menjadi ikon di Kabupaten Bondowoso.

Menurut dia, “Republik Kopi” ini akan semakin menegaskan bahwa Bondowoso sebagai salah satu penghasil kopi spesial terbaik dunia dan menjadi salah satu pendorong kesejahteraan atau perekonomian masyarakat.

Menurut dia, kopi merupakan salah satu potensi unggulan Kabupaten Bondowoso. Kawasan Besuki Raya sejak zaman penjajahan Belanda adalah penghasil kopi yang sudah dikenal oleh dunia, seperti Desa Kalisat Jampit, Blawan dan Pancur di Kecamatan Sempol yang merupakan area perkebunan di bawah PTPN XII dan sudah dikenal di dunia.

“Untuk memperkuat brand kopi di Bondowoso, kami juga mengembangkan para petani rakyat yang berhimpun di sebuah kawasan di Pegunungan Ijen dan lereng Gunung Raung. Kami sudah kembangkan dengan klaster dan itu kami sebut klaster kopi ‘Java Ijen Raung’,” tuturnya.

Peluncuran nama “Bondowoso Republik Kopi” yang dilaksanakan di halaman kantor PTPN XII itu juga dihadiri seluruh anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) setempat, dan juga Administratur Perhutani Bondowoso serta kelompok petani kopi.

Salah satu anggota kelompok petani kopi di Bondowoso Suyitno mengatakan dengan dideklarasikannya “Bondowoso Republik Kopi”, pihaknya sangat bangga karena dengan begitu kopi Bondowoso akan semakin terkenal di dunia.

“Harapan kami ke depan petani kopi di Bondowoso bisa mengekspor kopi sendiri ke luar negeri. Karena jika kita (para petani kopi) bisa mengekspor sendiri nantinya, tentu akan mendapat keuntungan yang bagus dan hal itu bisa dibuat dasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here