Masjid Cheng Hoo Ikut Semarakkan Bulan Ramadhan

199

Nuansa ramadhan terlihat kental di bangunan Masjid Laksamana Muhammad Cheng Hoo yang  berasiktektur cina tersebut. Bahkan sejak dari awal ramadhan di Masjid Cheng Hoo itu digelar berbagai kegiatan, seperti sholat tarawih, tadarus, takjil dan buka bersama, santunan fakir miskin, santunan anak yatim, ceramah Nuzulul Quran, I’tikaf sepuluh hari akhir ramadhan, ngabuburit, penerimaan dan distribusi zakat fitrah, serta sholat idul fitri. Karena itu ramadhan di masjid milik Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kabupaten Jember itu tidak ubahnya seperti tahun sebelumnya terlihat semarak.

Dikatakan oleh H. Edy Darmawan Ketua PITI Kabupaten Jember, saat ini di kota suwar-suwir jumlah mualaf keturunan tionghoa yang terdaftar di organisasi tersebut berjumlah 100 orang. Hal itu tidak menutup kemungkinan jumlah mualaf akan terus bertambah dikarenakan Islam sebagai agama yang Rahmatanlilalamin. Sejak diresmikan oleh Bupati Jember MZA Djalal waktu itu di tahun 2015 lalu Masjid Laksamana Muhammad Cheng Ho ini bisa diterima oleh masyarakat jember. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya umat islam yang ingin melakukan sholat berjamaah di masjid tersebut. Dengan memiliki arsitektur unik tersebut, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi dan pada hari-hari tertentu, sepeti hari libur, banyak kendaraan luar kota yang singgah ke masjid tersebut untuk melihat dari dekat.

Di Masjid tersebut, selain orang bisa melaksanakan ibadah sholat lima waktu juga bisa menambah wawasan keilmuannya, karena di Masjid Muhammad Cheng Hoo tersebut juga dilengkapi dengan buku-buku bersejarah terkait perjalanan Panglima Muhammad Cheng Hoo saat melakukan syiar Islam di Indonesia.

Masjid Muhammad Cheng Hoo memiliki areal cukup luas yakni 5000 m2 dan baru dimanfaatkan 1500 m2. Karena itu pengurus Masjid terus berupaya melengkapi Fasilitas yang dibutuhkan oleh para jamaah. Terkait bulan Ramadhan ini, pada saat malam hari usia shalat tarawih, Masjid Muhammad Cheng Hoo tidak pernah sepi, bahkan terdengar lantunan suara tadarus dari mualaf ketutunan tionghoa. Kendati mereka baru menjadi mualaf, namun cukup fasih dalam membaca Al-Quran dan usai melakukan tadarus, jama’ah tidak langsung pulang kerumah, namun masih melakukan diskusi kecil membahas Agama Islam.

Dari catatan PITI Kabupaten Jember, untuk tahun 2017 lalu telah mengeluarkan Zakat Fitrah berupa beras sebanyak dua kwintal yang kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates. Edi berharap di tahun 2018 ini ada peningkatan penerimaan Zakat Fitrah yang akan dibagikan sebelum pelaksanaan Sholat Ied dimulai. (win)