Monumen Di Kabupaten Jember

915

Monumen di bangun untuk bukti sejarah dan untuk mengenan jasa para Pahlawan kita yang gugur di medan peperangan melawan pihak penjajah baik itu sebelum merdekan atau sudah merdeka. Apa lagi di Kabupaten Jember ini sangat banyak monumen monumen yang di bangaun, namuan keadaanya sekarang banyak sekali monument yang ada di Kabupaten Jember yang tidak terawat. Padahal monumen ini adalah bukti fisik dari sejarah para pejuang pejung yang rela mati untuk kemerdekaan Negeri ini yang bisa kita ketahui hingga saat ini. Namun saya yakin banyak generasi muda yang tidak tau tentang patung-patung itu mengapa di bangun di sejumlah lokasi yang ada di Jember, apalagi para pemuda jaman sekarang ini yang sok-sokan gaul itu pasti tidak tau samasekali maksud dan tujuannya monument monument itu di bangun. Bukankah sebagai warga Indonesia kita harus tau tentang sejarah Indonesia sendiri. Bangsa yang kuat adalah Bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah. Sebagai Warga Negara Indonesia kita juga ikut andil untuk menjaga, merawat dan melestarikan monument monument itu agar tidak rusak termakan usia. Agar anak cucu kita kelak masih bisa mengetahui sejarah perjuangan para Pahlawan Bangsa ini. Ngomongin tentang monumen, saya akan membahas 5 Monumen Di Kabupaten Jember Yang Terlupakan dan sepenggal cerita tentang masing masing monumen, untuk menambah pengetahun anda tentang sejarah Bangsa ini.

1. MONUMEN KARANG KEDAWUNG
5 Monumen Perjuangan Di Kabupaten Jember Yang Terlupakan

Monumen Karang Kedawung ini terletak di Kecamatan Mumbulsari Desa Karang Kedawung. Berdirinya Monumen Karang Kedawung ini pas di lokasi terjadinya peperangan besar pada tanggal 8 Februari 1949 antara pasukan Brigade lll Damarwulan, yang tengah melaksanakan Aksi Mingate dan Macht Vertoon, melawan tentara Belanda. Meskipun pertempuran yang terjadi di Desa Karang Kedawung ini di anggap sebagai malapetaka besar, namun bagi pihak Belanda peristiwa itu dinilai sebagai prestasi gemilang. Kenapa peristiwa itu di nilai Belanda sebagai prestasi gemilang, karena mereka berhasil melumpuhkan kekuatan Brigade lll Damarwulan, sekaligus menembak dua orang petinggi Brigade III Damarwulan, Letkol Moch Sroedji ( Komandan ) dan Letkol dr. Soebandi ( Perwira Kesehatan Brigade ). Tentang gugurnya TNI dalam peristiwa ini ada dua versi yang berbeda antara pihak Belanda dan pihak TNI sendiri. Dalam versi Belanda, Belanda menyatakan sedikitnya 28 orang TNI gugur di medan peperangan itu. Namun berdasarkan catatan yang tertera pada prasasti di lokasi monumen, pasukan TNI yang gugur termasuk warga sipil hanyalah 19 orang.

2. MONUMEN PALAGAN JOMERTO
5 Monumen Perjuangan Di Kabupaten Jember Yang Terlupakan

Tujuan monumen ini didirikan ialah untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan melawan tentara Belanda pada masa Agresi Militer II atau Clash II dari unsur Mobil Brigade/Brigade Mobil (Mobrig/ Brimob). Pertempuran yang mengakibatkan gugurnya beberapa prajurit Brimob ini terjadi pada tanggal 11 Februari 1949 di Desa Jumerto, Kecamatan Patrang. Peristiwa itu sendiri terjadi setelah pasukan Brimob dengan kekuatan 1 batalyon (sekitar 450 anggota, ditambah anggota Bhayangkarinya yang berpakaian lengkap ), tengah melaksanakan perintah menyusup ke garis pertahanan lawan (Aksi Wingate). Pergerakan pasukan Brimob yang hijrah dari Ponorogo menuju Bondowoso, terlibat kontak senjata dengan pasukan Belanda pada tanggal 10 Januari 1949 yang mengakibatkan 1 orang Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) dan 8 orang anggota Brimob yang gugur di peristiwa ini.

3. MONUMEN PANDUMAN
5 Monumen Perjuangan Di Kabupaten Jember Yang Terlupakan

Tugu yang di bangun untuk mengenang perjuangan pasukan Brigade III Damarwulan setelah melakukan aksi Wingate. Tugu ini memiliki lambang bintang di bagian bawahnya. Cerita singkat tentang monumen Paduman Pasukan Brigade Damarwulan yang tengah melakukan konsolidasi di daerah Panduman, Jelbuk, Jember, setelah terlibat pertempuran dengan tentara Belanda di Karang Kedawung, Mumbulsari, tiba-tiba diserang oleh pasukan Belanda. Dalam penyerangan dadakan pasukan Belanda ke pihak Pasukan Brigade III Damarwulan ini membuat kocarĀ  kacir pasukan Brigade III Damarwulan. Dalam peristiwa tersebut, 7 orang pasukan Brigade III Damarwulan gugur setelah diberondong senjata pasukan Belanda.

4. MONUMEN MASTRIP
5 Monumen Perjuangan Di Kabupaten Jember Yang Terlupakan

Monumen perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar ini di bangun untuk mengenang jasa para pejuang dari unsur pelajar dalam melawan penjajah setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945 di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk pada tahun 1965. Terdapat tulisan “Prjuangan Kuteruskan Sampai Akhir Zaman” pada bagian bawah monumen yang menggunakan lambang helm baja sebagai latar dengan senjata laras panjang yang di letakkan menyilang dengan pena bulu ayam ini.

5. MONUMEN PALAGAN 45

5 Monumen Perjuangan Di Kabupaten Jember Yang Terlupakan
Monumen yang berdiri kokoh di selatannya jalan raya Kecamatan Bangsalsari hingga saat ini di bangun untuk mengenang peristiwa pertempuran pasukan TNI dari Brigade lll Damarwulan yang melawan tentara Belanda saat Agresi Militer l 1947. Pertempuran itu terjadi setelah sebelumnya TNI melakukan penghadangan tentara Belanda di jalan raya Bangsalsari. Dalam peristiwa itu, pasukan TNI berhasil menghancurkan pasukan Belanda, setelah sebelumnya ranjau yang dipasang berhasil menggulingkan dan membakar kendaraan yang ditumpangi tentara Belanda. Tiga orang pasukan Belanda dalam peristiwa itu tewas, setelah diberondong senjata pasukan TNI.
Sumber: Jemberbagus.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here