Saatnya Wisata Daerah Bersaing di Kancah Internasional

22

Kedatangan Pupung Thariq Fadhi Deputy Director Kementrian Pariwisata Ke Jember tidak lain untuk lebih mengenalkan potensi wisata yang bisa dipromosikan dan dipasarkan ke kawasan Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah, serta Afrika. Dihadapan 150 orang pelaku wisata dari Kabupaten Jember, Pupung mengatakan Kabupaten Jember sangatlah layak untuk menjual Potensi Wisata yang dimiliki ke negara-negara tersebut. Apalagi kota penghasil tembakau ini namanya kini semakin dikenal luas sejak kemunculan Jember Fashion Carnaval (JFC).

Untuk itu perlu agar potensi wisata daerah memiliki daya saing di dunia Internasional, maka perlu peran serta pelaku wisata agar prospek wisata daerah bisa lebih baik lagi.

Tanpa adanya dukungan dari pelaku wisata potensi wisata daerah tidak akan berkembang, karena itu perlu adanya hubungan sinergi sitas antara Pemkab Jember dan pelaku wisata itu sendiri.

Kegiatan sinkronisasi itu, tidak hanya diadakan di Jember saja, namun Kementrian Pariwisata juga melakukan kegiatan serupa di berbagai kota di Jawa Timur. Diharapakan para pelaku usaha ini mampu mendongkrak kedatangan wisatawan mendatangkan wisatawan mancanegara, terutama dari Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah serta Afrika.

Acara itu sendiri dilanjutkan di Hotel Daffam Selama 2 hari dan mengundang berbagai narasumber. Selain dari Dinas Pariwisata Jawa Timur dan Kementrian Pariwisata juga sengaja mengundang Anang Hermansyah Anggota DPR RI dari kota Jember.

Dalam kegiatan tersebut Anang Hermansyah memaparkan Kabupaten Jember memiliki keindahan alam yang tidak kalah dengan kabupaten lain. Namun menurutnya sejauh mana potensi tersebut bisa dijual ke pasar internasional agar wisatawan mancanegara mau berkungjung ke Jember. Anang berharap Kabupaten Jember dengan potensi wisata yang dimiliki setiap tahun mampu mengundang wisatawan mancanegara tidak hanya saat JFC berlangsung. Karena itu adalah tugas dari pelaku wisata untuk membuat terobosan bagaimana potensi wisata di Kabupaten Jember bisa lebih optimal dan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. (win)