Suplemen Herbal Probiotik Prebiotik Fitobiotik Untuk Ternak Unggas

0
527

Suplemen Herbal Probiotik Prebiotik Fitobiotik Untuk Ternak Unggas

Unggas pedaging

Unggas pedaging telah menjadi favorit orang Indonesia dalam mencukupi kebutuhan protein hewani. Dengan harga jauh lebih murah dibandingkan dengan daging yang lain (misal daging sapi, kambing), daging unggas menjadi seperti primadona bagi masyarakat. Selain itu, dengan pemeliharaan yang relatif mudah dan singkat serta dengan modal dan resiko yang lebih kecil daripada memelihara ternak lain (seperti sapi, kambing) membuat peternakan unggas berkembang pesat. Data statistik menyebutkan bahwa daging unggas merupakan penyokong penting kebutuhan daging nasional. Data dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2012 menyebutkan bahwa pemasok terbesar kebutuhan daging nasional terbesar adalah dari daging unggas. Daging unggas telah menjadi pemasok terbesar kebutuhan daging nasional selama beberapa tahun.

Broiler

Dari sekian banyak jenis unggas pedaging, ayam broiler memegang peranan sangat penting. Dengan produksi daging mencapai kurang lebih 1.500.000 ton daging pada tahun 2012, ayam broiler memiliki persentase terbesar dalam memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan daging nasional. Begitu pula dengan tahun-tahun sebelumnya. Daging ayam broiler merupakan pemasok daging nasional terbesar, tidak hanya dari unggas, bahkan dari semua jenis daging (unggas, sapi, kambing, dll). Harus kita akui bahwa peternakan ayam broiler merupakan jenis peternakan dengan pertumbuhan paling cepat di Indonesia. Peternakan ayam broiler telah berubah dari hanya sekedar peternakan ayam biasa menjadi sebuah industri yang sangat besar. Dengan produksi bibit atau DOC sebanyak kurang lebih 1,4 milyar (2010), 1,6 milyar (2011), 1,9 milyar (2012), dan diperkirakan naik menjadi sekitar 2,3 milyar pada tahun 2013 , hampir dapat dipastikan daging ayam broiler akan menjadi penyuplai daging nasional terbesar di Indonesia.

Ayam kampung

Ayam kampung merupakan unggas asli Indonesia yang keberadaannya mampu bertahan sejak zaman dahulu hingga kini. Eksistensi ayam kampung tidak bisa tergeser oleh hadirnya ayam broiler yang memilki kemampuan tumbuh yang lebih bagus. Dengan keunggulan dan kekhasan daging yang dihasilkan dari ayam kampung inilah (seperti tekstur daging, aroma, rasa, dll) yang membuat daging ayam kampung tidak dapat tergantikan oleh unggas lain termasuk broiler.

Kebutuhan daging ayam kampung yang semakin meningkat dan mengingat pertumbuhan dan produksi bibit ayam kampung tidak bisa secepat dan seintensif ayam broiler, beberapa cara dilakukan salah satunya dengan membuat jenis baru dari ayam kampung yaitu ayam kampung super atau ayam jawa super. Biasanya ayam kampung super ini diproduksi dari persilangan antara ayam petelur (layer) betina yang memiliki kemampuan bertelur yang baik dengan ayam jantan berkualitas (misalnya ayam bangkok, ayam vietnam, maupun jenis ayam lain yang memiliki kemampuan genetik yang bagus). Dengan begitu diharapkan dapat dihasilkan bibit yang banyak dan berkesinambungan (sustainability), pertumbuhan cepat, serta memiliki sifat daging seperti ayam kampung.

Walaupun sudah ada ayam kampung super/ayam jawa super, masih banyak yang tetap loyal pada ayam kampung biasa. Hal tersebut sah-sah saja dan hal itulah yang membuat peluang bisnis di sektor ayam kampung dan ayam kampung super ini menarik.

Bebek/Itik

Peternakan bebek/itik memang belum sebesar peternakan ayam broiler, ayam kampung, dan ayam kampung super. Tapi, sifat khas dari daging bebek atau itik inilah yang membuat bebek banyak dicari. Daging bebek/itik merupakan daging unggas yang bisa dibilang “premium” terbukti dari banyaknya warung makan maupun restoran besar yang menjadikan bebek atau itik sebagai menu spesialnya. Selain itu, dari segi harga jelas harga daging bebek/itik lebih tinggi dari daging ayam.

Peternakan bebek/itik juga mengalami beberapa perkembangan seperti halnya peternakan ayam. Sekarang telah ada (walapun belum terdistribusi merata) itik peking yang memiliki kemampuan tumbh sangat cepat. Jika bebek/itik biasa membutuhkan waktu kurang lebih 5 – 6 bulan untuk mencapai berat 1,8 – 2 kg, bebek/itik peking hanya membutuhkan kurang lebih 2 – 3 bulan untuk mencapai berat badan 2 – 3 kg.

Adanya beberapa kemajuan dalam peternakan bebek atau itik ini tentunya akan semakin meningkatkan produksi daging itik sebagai salah satu pemasok daging nasional khususnya dari sektor unggas.

Puyuh

Puyuh memang belum digarap secara lebih intensif dibandingkan unggas-unggas yang lain. Dengan postur tubuh yang kecil, memang dibutuhkan puyuh dalam jumlah besar untuk dapat mendukung pasokan daging nasional. Bisnis peternakan puyuh pun tidak bisa dianggap sebelah mata. Walaupun perkembangannya tidak secepat ayam broiler dan ayam petelur, daging dan telur puyuh tetap banyak dibutuhkan. Tidak sedikit menu makanan yang menggunakan telur puyuh maupun daging puyuh baik itu dari warung makan sampai restoran besar, baik itu dari makanan yang sederhana sampai makanan mewah. Sama seperti peternakan itik/bebek lokal, biasanya betina digunakan sebagai puyuh petelur sedangkan jantan dan yang sudah tua digunakan sebagai puyuh pedaging. Dengan modal yang tidak terlalu besar dan pemeliharaan yang cukup mudah, bisnis ternak puyuh banyak diminati. Dengan manajemen yang lebih modern, bisnis ternak puyuh sangat menjanjikan.

Kalkun

Daging kalkun sebagai daging konsumsi sekarang mulai banyak bermunculan, tapi penyebarannya masih terbatas pada daerah sentra peternakan kalkun. Biasanya di berbagai kota, kalkun menjadi menu makanan spesial dengan harga yang cukup tinggi di restoran-restoran kelas wahid. Dengan inovasi pengolahannya, menu masakan dari unggas ini terasa spesial.

Merpati

Seperti halnya kalkun, merpati belum menjadi pilihan utama dalam pemenuhan kebutuhan daging. Selain karena ukuran merpati yang kecil, perkembangannya juga tidak secepat unggas yang lain. Bisa dihitung berapa jumlah telur merpati dalam sekali bertelur dan berapa jarak waktu merpati bertelur. Walaupun begitu, menu daging merpati dapat ditemukan di berbagai warung makan, baik itu warung pinggir jalan maupun di restoran mewah.

Untuk memaksimalkan produktivitas unggas pedaging seperti ayam broiler, ayam kampung super / ayam jawa super, bebek / itik, puyuh, kalkun, merpati, dll perlu adanya manajemen yang dikelola baik. Manajemen yang baik seperti bibit yang baik, nutrisi yang cukup, tata cara pemeliharaan yang tepat, dll harus terpenuhi untuk mencapai target pemeliharaan. Unggas pedaging dengan bibit yang baik dan pemeliharaan yang bagus membutuhkan dukungan asupan nutrisi yang baik untuk memaksimalkan potensi genetik unggas tersebut. Tanpa nutrisi yang baik, unggas akan sulit mencapai kemampuan maksimalnya.

Sebagian besar peternak unggas pasti sudah tahu bahwa sekitar 70% biaya operasional untuk ternak unggas adalah biaya pakan. Jadi, manajemen pakan harus dikelola dengan baik karena bisa mengurangi keuntungan atau bahkan menimbulkan kerugian jika salah dalam mengelolanya. Salah satu cara untuk memaksimalkan agar pakan yang diberikan menghasilkan performa dan produktivitas unggas yang baik adalah dengan memberikan tambahan suplemen untuk ternak unggas. Penambahan suplemen pada ternak penting dilakukan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dan meningkatkan produktivitas. Misalnya saja, penambahan mineral mikro akan membuat fungsi fisiologis ternak lebih maksimal sehingga penyerapan nutrisi lebih optimal dan pakan dapat dimaksimalkan untuk pertumbuhan dan produktivitas. Contoh lain misalnya vitamin. Dengan penambahan vitamin, ternak unggas akan lebih terjaga fisiologis tubuhnnya sehingga produktivitas lebih terjamin.


Untuk meningkatkan produktivitas, performa, penyerapan nutrisi, kesehatan, sistem kekebalan tubuh, dll perlu pemberian suplemen nutrisi untuk ternak unggas. Karena dengan pemberian suplemen yang tepat, akan dapat melengkapi kebutuhan ternak unggas untuk mencapai produktivitas maksimalnya. Royal Poultry adalah produk suplemen nutrisi untuk unggas seperti ayam broiler, ayam petelur (layer), bebek / itik, puyuh, ayam kampung super / ayam jawa super, kalkun, merpati, serta unggas yang lain. Produk ini mengandung nutrisi kompleks seperti vitamin, mineral, trace mineral, enzim, asam organik (organic acids), antioksidan, prebiotik mannan oligosaccharide(MOS), beta glucan, dan komposisi lain yang diformulasikan dalam komposisi yang seimbang sesuai standar yang berlaku. Produk ini menggunakan teknologi CAnDS (Chelate Activated Nutrient Delivery System) sebagai Nutrition Delivery System atau sistem pengedaran nutrisi yang akan meningkatkan penyerapan nutrisi tersebut sampai 80%. Komposisi seperti vitamin A, C, D, E, B6, dan folat (folate), zinc (seng), selenium, iron (besi), dan copper (tembaga), prebiotik, asam organik, dll terdapat dalam produk ini untuk meningkatkan kesehatan ternak ayam pedaging.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here