Tembakau Jember yang Melegenda

0
0

Tak heran jika Jember dikenal sebagai kota tembakau, memang sedari dulu sudah dikenal dan telah diperkenalkan oleh Belanda untuk ditanami tembakau.

Sejak zaman dulu sudah terkenal dengan kualitas tembakaunya. Bahkan tembakau Jember sudah mampu menembus pasar Eropa.

Salah satu penghasil cerutu kelas dunia adalah PT Perkebunan Nusantara X Jember unit industri Bobbin. Setiap minggu mereka mengirim 4 kontainer cerutu. Paling banyak ke Jerman. “Tahun ini (hingga November) pendapatan kita sekitar 16 juta Euro,” kata GM Industri Bobbin Laurentius Tumanggor.

Bobbin memiliki tiga unit kerja yakni cutting tembakau, linting, dan sigarilos tembakau. Selain produk dalam negeri, Bobbin juga mendatangkan tembakau dari luar negeri, salah satunya dari Brasil. “Kami impor tembakau Sumatera dari Brasil,” ujarnya.

Iya, tembakau Sumatera. Bibit tembakau berasal dari Sumatera dan dikembangkan di negeri asal Neymar tersebut. “Karena di Indonesia ongkos produksinya mahal, bibitnya dikembangkan di sana. Kita impor dari sana,” lanjutnya.

Aroma Wangi Cerutu Jember yang Melegenda
Impor yang dilakukan Bobbin tidak dikenakan pajak karena mereka masuk Kawasan Berikat. Jika produk cerutu diekspor, mereka juga tidak dikenai biaya impor itu tadi. Baru ketika produk mereka dijual ke pasar lokal, Bobbin dikenai pajak impor.

“Kita memang tidak mengambil apapun dari Kawasan Berikat,” kata Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi saat berkunjung ke Bobbin, Jumat (23/11/2018).

Di Kawasan Berikat, Bea Cukai bertugas mendukung industri agar tumbuh dan berkembang. Menurut Heru, di Indonesia ada sekitar 1.400 perusahaan seperti Bobbin. Untuk industri rokok ada sekitar 1,9 juta pekerja yang terserap.

Aroma Wangi Cerutu Jember yang Melegenda
Di Bobbin sendiri, sekitar 90% pekerjanya adalah perempuan. Mereka tinggal di wilayah Jember. Para perempuan dipilih karena memiliki ketelitian yang dibandingkan laki-laki. Apalagi untuk cerutu, warna memiliki rasa yang berbeda. “Ini ada sembilan warna,” kata seorang pekerja sambil memilah-milah daun tembakau berdasarkan warna.

Bagi orang awam, warna-warna tersebut tidak ada bedanya. Beberapa lama dilihat, juga tidak ada perbedaannya. “Padahal warnanya beda-beda,” lanjutnya.

Bea Cukai berharap pemberlakuan Kawasan Berikat ini mampu menumbuhkembangkan industri Tanah Air. “Kita harapkan ada multiplier effect dari berkembangnya industri. Misalnya penyerapan tenaga kerja,” tutur Heru Pambudi.(*)