TPA Pakusari Jember Jadi Destinasi Wisata Spot Selfie

88

Ditangan Dinas Lingkugan Hidup ini sampah tidak lagi menjijikkan, bahkan bisa dimanfaatkan sebagai kawasan wisata. Hal itu terlihat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari Jember karena sejak tahun 2017 tempat tersebut ramai dikunjungi oleh warga Jember. Bahkan dari luar kota pun datang ke tempat tersebut untuk melihat dari dekat perwajahan baru tempat pembuangan akhir sampah terbesar di Kabupaten Jember.

Menurut Adrian Sapnadi Kabid Pengolahan Kebersihan dan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember mengatakan ide untuk merubah tempat pembuangan sampah sebagai destinasi wisata diakui mengadopsi dari tampilan TPA Kepanjen Malang. Dan tak heran kini TPA Pakusari tersebut lebih mengarah pada edukasi persampahan.

Dari daftar Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Jember disebutkan luas TPA tersebut total mencapai 5,5 hektar, terdiri dari kantor, gudang dan garasi. Timbunan sampah per hari di TPA itu mencapai 600 m2 dan didominasi oleh sampah rumah tangga. Dikatakan oleh Adrian di tempat tersebut jumlah pemulung mencapai 130 orang, sedangkan jumah TPA se Kabupaten Jember ada 28 dan baru memiliki 30 truk pengangkut sampah untuk mengatasi keseluruhan sampah di Kabupaten Jember.

Kini TPA tersebut setelah memiliki perwajahan baru, tiap hari minggu dikunjungi oleh hampir 1000 orang. Bahkan beberapa komunitas di Jember, seperti komunitas peduli lingkugan sengaja datang ke tempat itu untuk melakukan pelatihan pengelolaan sampah.

TPA Pakusari kini telah dilengkapi fasilitas seperti sanggar 3 R yaitu Reduce, Reuse, Recyrcle. Uniknya di sanggar tersebut terdapat dinding Eco Brick yakni dinding yang terbuat dari botol bekas air mineral dan diisi plastik serta potongan kertas.