UNS Solo ciptakan suplemen penggemukan untuk sapi pedaging

0
670

Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo berhasil mengembangkan sebuah suplemen untuk penggemuk sapi pedaging. Tak hanya penggemuk, dengan suplemen tersebut waktu penggemukan juga lebih diperpendek, namun dengan hasil yang menggembirakan.

Peneliti dari Fakultas Pertanian UNS Solo, Susi Dwi Widyawati mengatakan, suplemen pemacu kinerja mikrobia (PKM) untuk sapi pedaging ini berhasil dikembangkan melalui penelitian yang cukup panjang. Suplemen ini ditekankan pada sapi yang biasa dipelihara pada peternakan rakyat.

“Suplemen PKM ini berhasil dikembangkan melalui penelitian dengan dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Ristianto Utomo dan dosen UNS, Wara Pratitis Sabar Suprayogi dibutuhkan waktu selama tiga bulan,” ujar Susi, Sabtu (17/8).

Ia mengatakan, kontribusi peternak rakyat sebagai penyedia daging di Indonesia cukup besar. Namun peternak mengalami kendala karena harga pakan khususnya konsentrat cukup mahal. Sehingga peternak hanya bisa memberi satu pakan, yakni jerami padi dengan masa pemeliharaan lama.

“Pengembangan suplemen ini kita lakukan agar para peternak tidak merasa kesulitan dalam melakukan pemenuhan kebutuhan pakan sapinya. Sebab sapi yang diberikan suplemen ini akan mengalami peningkatan bobot badan dan memperpendek lama pemeliharaan. Sehingga penggunaan suplemen ini sangat efektif membantu peternak sapi,” jelasnya.

“Suplemen (PKM) ini dibuat dengan menggunakan bahan pakan lokal. Seperti urea, minyak sawit, molasses, dan vitamin mineral. Suplemen ini menyamai konsentrat. Cara pemakaiannya sendiri cukup dicampur dengan dedak padi dan onggok,” terangnya.

Suplemen ini, lanjut Susi, mampu memberikan hasil yang tidak kalah bagus dengan sapi yang diberi pakan konsentrat. Karena formula suplemen ini disusun dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan ternak akan protein dan sumber energi, yakni guna mengoptimalkan sintesis mikrobia rumen dalam sistem pencernaan fermentasi pakan.

Ia mengaku suplemen ini sudah dilakukan uji coba pada peternak sapi binaan kami di Desa Sambi Mulyo, Boyolali. Hasilnya cukup baik dan hasilnya tidak kalah bagus dengan yang menggunakan konsentrat.

“Kami masih akan terus melakukan penelitian lebih mendalam terhadap suplemen PKM itu, agar nantinya bisa dimanfaatkan oleh para peternak sapi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here