Wisata Alam Watu Pecah Ambulu

638

 

Di tengah kemajuan media sosial dan teknologi, banyak juga memunculkan sejumlah potensi wisata lokal yang bermunculan. Salah satunya Puncak Watu Pecah yang ada di Kecamatan Ambulu. Lokasi ini jadi primadona masyarakat sekitar. Apalagi untuk mencapainya ada sedikit tantangan.

Bagi warga di Kecamatan Ambulu, nama Gunung Kuntul dengan Puncak Watu Pecah sudah tidak asing lagi. Sebenarnya itu bukan gunung. Namun semacam gumuk. Dinamakan Watu Pecah karena memang di atas bukit ada batu dengan ukuran yang sangat besar dengan bentuk terbelah (pecah).

Anehnya, meskipun batunya terbelah dan berdiri vertikal namun tidak jatuh. Sehingga warga sekitar pun lebih banyak menyebutnya dengan Gumuk Watu Pecah alias Batu Terbelah. Posisi gumuk itu pun berada di tengah pusat Kecamatan Ambulu.

Dengan ketinggian sekitar 50 meter di atas permukaan laut (dpl), gumuk di timur utara Kecamatan Ambulu ini terlihat cukup menjulang gagah.

Meskipun ada sejak dulu di sana, namun jarang yang menyadari keunggulan gunung Watu Pecah ini, terutama dari segi pariwisata.

Nama Watu Pecah baru booming di tahun 2017 ini. Di mana, banyak sekali anak muda yang meng-upload di media sosial. Mereka bahkan berfoto di atas batu terbelah itu dengan background pemandangan kota Ambulu dengan pencahayaan sore hari (sunset).

Hal ini pun banyak membuat masyarakat sekitar. Bahkan banyak anak Ambulu sendiri yang tidak percaya jika kotanya yang dipotret dari atas bukit begitu indah. Apalagi ada landscape pemandangan persawahan, dipadukan dengan tata kota Jawa kuno dengan pusat alun-alun semakin menambah ciamik pemandangan dari atas bukit.

“Sangat indah, bisa rileks jika ada di sini,” ucap Panji, warga Jember yang menikmati sendiri pemandangan dari atas puncak Watu Pecah ini.

Karena biasanya yang datang atau naik ke puncak gumuk adalah masyarakat yang memang hobi berpetualang. “Kalau dulu hanya digunakan untuk diklat (pendidikan dan pelatihan) untuk pelajar pencinta alam di sekitar Ambulu saja,” ucap Heni Nur Fitriana, warga sekitar.

Kebetulan, memang di sekitar bukit tersebut ada sejumlah sekolah menengah atas, baik yang negeri maupun yang swasta. Sehingga yang ke sana biasanya adalah anak pelajar yang ingin menikmati waktu sore. Bahkan juga jadi ajang untuk berpacaran. “Kalau anak muda sekarang bilangnya di sana romantis. Karena bisa melihat sunset (matahari terbenam) sore hari,” tuturnya.

Apalagi akses untuk naik ke bukit ini juga tidak terlalu susah, hanya diperlukan tekad diri yang kuat untuk bisa mendakinya.

Warga yang ingin naik biasanya lewat jalur dari SMA Bima Ambulu, kemungkinan membutuhkan waktu sekitar hampir satu jam untuk mendakinya. Namun, bagi warga sekitar paling hanya butuh waktu 15 menit saja untuk mencapai puncak. “Sepeda biasanya dititipkan ke warung di sebelah sekolah itu,” ucap Heni

Dengan track yang menantang dan beberapa titik menanjak semakin membuat adrenalin pun meningkat. Rasa lelah ini dipastikan akan langsung hilang jika sudah berada di puncak dan menikmati indahnya pemandangan dari atas puncak. Namun, memang diperlukan keberanian lebih untuk naik ke atas batu pecah dengan ketinggian sekitar lima meter tersebut.

Jika sudah di atas, bukan hanya bisa melihat Kecamatan Ambulu secara utuh. Apalagi, jika cuaca cerah, jelasnya, maka dari atas bukit ini bisa melihat dengan mata kepala telanjang Pantai Selatan yang jaraknya sekitar 12 kilometer  dari bukit Watu Pecah. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

Tentu saja, kini banyak masyarakat yang berbondong-bondong melihat sendiri dan bisa naik ke Watu Pecah sehingga bisa membuktikan keindahan yang ditampilkan seperti di foto yang banyak beredar di media sosial tersebut.

Bahkan, Camat Ambulu Sutarman menangkap potensi ini. Dirinya mengakui bukit ini menjadi salah satu potensi wisata yang cukup baik sebenarnya. “Jika dikelola dengan baik pasti akan bagus,” ucap mantan camat Kalisat ini.

Pihaknya mengatakan, selama ini lokasi tersebut memang tidak dikelola dengan baik dan hanya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar terutama untuk anak-anak pencinta alam yang ingin melakukan kegiatan.

Jika kemudian booming di media sosial, pihaknya mengaku malah senang. Karena akan semakin banyak pilihan masyarakat yang ingin berwisata di Ambulu. Apalagi, selama ini Ambulu dikenal sebagai salah satu kecamatan dengan objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan baik itu pantai seperti Watu Ulo, Payangan, maupun wisata pemandian buatan. “Ya bagus kan untuk wisata, tapi memang butuh dikelola lagi,” jelasnya. (Radar Jember)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here